Huang Shanyun menjelaskan secara teknis, sebelum dialirkan ke area peleburan di PT HYNC dalam kawasan IMIP, bijih nikel limonit yang dibutuhkan untuk proses pelindian bertekanan tinggi (HPAL) dipisahkan terlebih dahulu di Feed Preparation Plant. Sebelum konsentrasinya ditingkatkan, material tak dibutuhkan seperti batu, akar tumbuhan dan lainnya, melewati tangki pemadat (thickener) untuk mendapatkan slurry yang memenuhi standar untuk dipompa dan diproses di pabrik peleburan.
Setelah sampai di area pabrik HYNC, slurry melewati stasiun penurun tekanan (energy dissipation station). Lumpur limonit kemudian diproduksi menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP), salah satu komponen utama dalam bahan baku baterai kendaraan listrik. Penerapan sistem transportasi pipa slurry jarak jauh oleh HYNC memerkuat komitmen perusahaan di kawasan IMIP dalam menerapkan industri hijau. Huang Shanyun mengakui, sejak teknologi pipa slurry diimpelentasikan, perusahaan dapat mengefisiensikan biaya transportasi dan turut mengurangi emisi karbon dari transportasi bijih nikel hingga 30 persen. Terobosan ini disebutnya sebagai yang pertama diterapkan dalam industri nikel di Indonesia.
Pipa slurry ini memiliki kapasitas pengangkutan hingga 12 juta ton bijih limonit per tahun. Pasokan itu cukup memadai bagi proses pelindian bertekanan tinggi di HYNC. Manfaat lain pengoperasian pipa slurry karena teknologi ini cenderung lebih aman bagi ekosistem dan biodiversitas di hutan, tidak mencemari sumber air dan udara. Selain itu, jalur pipa ditanam mengikuti jalan tambang sehingga tidak membutuhkan pembukaan lahan baru maupun pembangunan akses tambahan. Inilah yang membedakannya dari metode pengangkut terdahulu dengan kapal tongkang dan truk.
Pipa slurry juga memungkinkan pasokan bijih dari tambang yang terletak jauh dari pantai diangkut secara lancar dalam beragam situasi, sehingga memastikan pasokan bijih limonit berjalan stabil tanpa bergantung kondisi cuaca atau infrastruktur jalan. Pipa slurry pun menjadi metode transportasi bersih dan berkelanjutan karena dapat beroperasi tanpa henti, tidak perlu bongkar-muat dan biayanya hanya sekitar sepersepuluh dari transportasi truk.
“Dibandingkan penggunaan ratusan truk setiap hari, pipa slurry ini mengurangi ketergantungan pada bahan bakar diesel,” ungkap Huang Shanyun.
Untuk menjaga keamanan jangka panjang, sistem pipa slurry dilengkapi pengendalian terpusat berbasis komputer dengan berbagai titik deteksi di sepanjang jalur. Pemantauan otomatis dilakukan untuk memastikan tekanan, aliran dan kondisi pipa tetap stabil. Sistem sensor pipa juga dipasang pada stasiun pompa untuk memantau ketebalan dinding secara berkala, sehingga kondisi keausan dapat dikontrol dan operasi pipa tetap aman dalam jangka panjang.
Selain itu, personel rutin berpatroli mengawasi jalur pipa guna mencegah gangguan operasional. Sementara dari aspek keamanan dan kepatuhan lingkungan, PT HYNC melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan menyampaikan laporan RKL-RPL kepada pemerintah setiap enam bulan. Dengan begitu, penerapan sistem transportasi bijih nikel ini dapat dipastikan minim risiko dan rendah karbon dibanding metode lainnya. *WAN