Salah satu warga Morowali, Diana menyebut bahwa sekitar 15 tahun lalu kawasan di Bahodopi masih berupa perkampungan yang sangat sunyi.

“Dulu kalau sudah malam, takut orang lewat ,”katanya saat dihubungi media ini. 

Kini kata dia, suasananya berbeda, sudah sangat ramai dan banyak orang yang berdatangan dari berbagai daerah. Diana mengakui bahwa kehadiran PT IMIP mengubah Bahodopi jadi sangat ramai.

Perubahan Morowali juga diakui pimpinan Radar Palu, Murthalib yang menjadi peserta media tour. Dia mengatakan, kemegahan kawasan industri di IMIP layaknya seperti kawasan industri di Cilegon dan Bekasi.  Hingga tanpa sadar, Murthalib sampai nyeletuk “Kita ini kayak bukan di Morowali”.

Harus diakui, kehadiran IMIP telah membuat Morowali tumbuh. Data Pemerintah Kabupaten Morowali merinci, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita atas dasar harga berlaku sejak tahun 2020 hingga 2024 di daerah ini, terus memperlihatkan kenaikan.

Tahun 2020, PDRB per kapita tercatat Rp 388,80 juta dan pada 2024 sudah mencapai Rp 1,3 miliar.  Kenaikan angka PDRB per kapita Morowali yang melambung signifikan ini disebabkan beberapa faktor. Mulai dari nilai komoditas ekspor khususnya logam dasar yang meningkat hingga pengaruh inflasi pada hampir seluruh lapangan usaha.

WUJUDKAN SULTENG NAMBASO