Dekranasda diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi motor penggerak yang menghadirkan program nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Parmout, Hestiwati, menyampaikan tekadnya untuk menjadikan organisasi ini sebagai ruang pemberdayaan yang nyata. Baginya, pengrajin adalah aset berharga yang harus diberi dukungan agar bisa berkembang.
“Para perajin kita memiliki kreativitas luar biasa. Namun mereka juga menghadapi tantangan mulai dari inovasi, pemasaran, hingga akses permodalan. Di sinilah Dekranasda hadir, sebagai fasilitator, pendamping, sekaligus mitra strategis,” tuturnya.
Hestiwati mengungkapkan, kepengurusan baru akan menyusun program yang berorientasi pada keberlanjutan, mendorong digitalisasi, serta membangun sinergi lintas sektor. Sebagai langkah awal, Dekranasda segera meluncurkan sayembara desain motif khas Parmout, sebuah ajang untuk menggali potensi kreatif masyarakat, terutama generasi muda.
“Motif khas ini nantinya bisa dipatenkan dan digunakan pada berbagai produk, mulai dari batik, tenun, fashion, hingga desain digital. Dengan begitu, identitas budaya kita semakin kuat sekaligus adaptif,” tambahnya.
“Mari kita jadikan Dekranasda Parigi Moutong sebagai organisasi yang aktif, kreatif, dan solutif, demi kemajuan kerajinan daerah dan kesejahteraan para perajin,” pungkasnya. AJI