“Saya bukan diskriminatif, tapi saya punya semangat kedaerahan. Mungkin saya belum bisa jadi negarawan, tapi saya harus jadi daerahwan,” tegas Gubernur.
Anwar Hafid juga menyebut kekayaan potensi pariwisata Sulawesi Tengah yang luar biasa, mulai dari Pulau Togean, tempat Presiden Megawati pernah bermalam, hingga Danau Paisupok yang dijuluki danau terjernih di dunia, situs megalitikum Lore, Danau Lindu, Danau Poso, Pulau Kadidiri, hingga Tanjung Karang.
“Kita punya semua. Tinggal keberanian untuk menjadikannya prioritas pembangunan,” ujarnya.
Dialog dan lokakarya ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Deputi Bidang Industri dan Investasi Pariwisata Kemenparekraf, Ir. Rizky Handayani Mustafa, Direktur Musik, Film dan Animasi Kemenparekraf, Dr. Amin Abdullah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Irfan Sukarna, dan Kepala BI Sulteng periode 2024–2025, Rony Hartawan. Selanjutnya, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng, Ketua Senat Untad, Prof. Dr. H. Djayani Nurdin, S.E., M.Si., dan Ketua ISEI Cabang Palu Koordinator Sulteng, Dr. Muzakir Tombolotutu, S.E., M.Si. Acara ini dipandu oleh Wakil Dekan FEB Untad, Dr. Suparman, S.E., M.Si., selaku moderator. *WAN