Demikian juga sampai detik ini katanya, belum ada satu pun ilmuan yang bisa membuktikan bahwa setelah kematian ada kehidupan yang abadi. Hal yang sama belum ada juga yang bisa membuktikan jika ada Malikat yang mencatat setiap amal buruk dan baik manusia. Apa lagi pembuktian jika ada Surga yang disiapkan bagi orang beriman dan beramal saleh serta Neraka bagi yang ingkar.
Namun sebagai orang beriman akan selalu percaya dan yakin bahwa hal tersebut benar adanya, dan tidak membutuhkan pembuktian ilmiah untuk mengimani, karena implementasi iman itu di luar logika manusia, jauh dari sains dan tidak dibatasi nalar dan logika. Iman hanya sebuah pengakuan, aktualitas dan tindakan. Lebih jauh lagi Iman adalah ketaatan dan kepatuhan apa-apa yang datangnya dari Rasulullah tanpa mempertanyakannya dan kemudian melaksanakannya.
“Iman itu ketika Rasulullah memerintahkan salat lima waktu dan kita tidak perna meninggalkannya, Iman itu ketika Rasulullah memerintahkan berzakat, kemudian kita ikhlas mengeluarkan sebagian harta kita, Iman itu ketika Rasulullah memperintahkan berqurban, kita tidak mempertimbangkan banyak hal namun langsung melaksanakannya. Karena iman tidaklah sebatas percaya dan yakin tapi taat dan patuh,”sebut Gazali. ENG