Bertindak sebagai Imam kali ini adalah Ustadz Syahrul Mubarak, S. Pd saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur MBS Palu, sementara sebagai Khotib Ustadz Gazali, S. Hi., MM dosen Fakultas Agama Islam Unismuh Palu.
Dalam khotbahnya, Ustadz Gazali mengajak Jemaah salat Id Idul Fitri untuk meningkatkan iman kepada Allah SWT. Dimana Iman menurutnya berbeda dengan percaya.
Percaya itu membutuhkan logika sementara Iman tidak membutuhkan, karena Iman masuk dalam ranah hati. Percaya bersifat fisik dan iman bersifat meta fisik. Percaya adalah masalah intelektualitas semetara Iman adalah masalah spritualitas. Percaya dapat ditempuh dengan Ilmiah sementara Iman hanya melalui hidayah dan petunjuk dari Allah SWT.
Ia memberi contoh seperti pada abad ke 20, hampir semua manusia tidak percaya adanya hewan raksasa yang hidup pada zaman prasejarah atau disebut Dinosaurus. Kemudian Ilmuan melakukan riset, para arkeolog mencari data dan menemukan bukti dan dalil, tulang belulang dan lain sebagainya. Kemudian mereka kliam sebagai sisa peninggalan hewan raksasa tersebut. Sehingga sebagaina besar manusia percaya bahwa hewan raksasa itu benar adanya.
Sementara Iman tidak bisa dibuktikan melalui riset ilmiah apapun, karena ilmu pengetahuan atau sains itu sendiri hanya ciptaan manusia yang lahir berdasarkan batas kemampuan nalar manusia yang dimiliki.