Menurutnya, ini adalah bulan puasa yang paling sepi pengunjung selama berjualan di Pasar Inpres. Karena bulan puasa di tahun-tahun sebelumnya saat menjelang lebaran pengunjung masih ramai. Dan itulah momen para pedang di pasar itu bisa menghasilkan omset dan laba usaha yang lumayan besar. 

Sebenarnya menurut Rahmat, kondisi sepi pengunjung di Pasar Inpres bukan hanya di Bulan Puasa ini, melainkan di bulan-bulan sebelumnya juga sudah mengalami hal yang sama, akibatnya tidak sedikit pedagang pakaian di pasar itu mencoba keberuntungan dengan berjualan di pasar-pasar di luar Pasar Inpres. Namun kondisinya tidak jauh beda dari kondisi yang ada di Pasar Inpres. “Ekstrimnya bahkan sudah ada yang tutup,”ujar Rahmat.

Rahmat mengkhawatirkan, jika kondisi ini terus menerus, maka besar kemungkinan banyak pedagang di pasar itu akan tutup usaha.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sulawesi Tengah H. Moch. Amin Badawi saat ditemui mengaku jika kondisi ini tidak hanya pedagang pasar Inpres yang mengalami, namun seluruh pedagang pasar tradisional di Sulawesi Tengah.