RAYA – Penjabat (Pj) Bupati Parigi Moutong (), Richard Arnaldo menghadiri launching Computer Security Incident Response Team (CSIRT)  tahap I Tahun 2024 di Aula Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Depok, Rabu (26/6/2024) pekan lalu.

Kabupaten Parmout menjadi satu-satunya kabupaten di Sulawesi Tengah yang mengikuti launching tersebut. Total ada 13 kabupaten dan kota, empat instansi Pemerintah Pusat serta dua perguruan tinggi yakni Universitas Majalengka dan Universitas Kuningan.

Richard Arnaldo mengatakan, launching CSIRT sejalan dengan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Kedepannya Tim CSIRT dapat melakukan penguatan keamanan, meminimalisir kebocoran melindungi kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan bisnis, terutama sistem dan jaringan, serta data Pemerintah untuk mewujudkan ketangguhan SPBE ditingkat daerah maupun pusat dari orang tidak bertanggung jawab yang ingin memanfaatkan demi kepentingan sendiri dan publik.

“CSIRT ini dapat memberikan layanan penanganan insiden siber di lingkungan Pemda Parigi Moutong, demi memujudkan pemerintahan berjalan lebih efektif, transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BSSN, Hinsa Siburian mengatakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024 telah mengamanatkan kegiatan pembentukan 131 CSIRT sebagai salah satu proyek prioritas strategis.

Pembentukan CSIRT katanya juga telah diatur dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2022 tentang Pelindungan Infrastruktur Vital (IIV) Pasal 4, yaitu sektor IIV salah satunya meliputi administrasi pemerintahan. Dalam pasal 12, penyelenggara IIV membentuk Tim Tanggap Insiden Siber (CSIRT) Organisasi.

“Pembentukan CSIRT penting dilakukan agar manajemen insiden lebih terorganisir dan mengurangi tingkat risiko siber yang tinggi,” ujar Hinsa.

Hinsa juga menyampaikan ada tiga fungsi CSIRT yakni memberikan layanan reaktif (koordinasi insiden, triase insiden, resolusi insiden), memberikan layanan proaktif (mempublikasikan informasi kerawanan, keamanan dan tren teknologi serta melakukan audit keamanan informasi), dan memberikan layanan peningkatan kualitas keamanan (melalui bimbingan teknis, workshop, cyberdrill test).

Pembentukan CSIRT secara resmi ditandai dengan penyerahan Surat Tanda Registrasi CSIRT dari BSSN kepada 19 instansi tersebut.

Turut mendampingi pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Enang Pandake, Kepala Bagian Prokopim, Sri Nur Rahma serta Pejabat Administrator Diskominfo Parmout. */AJI