RAYA – Di balik tembok Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II , terselip kisah inspiratif seorang anak binaan sebutan dari anak yang berhadapan hukum (ABH) berinisial SM.

Di tengah masa pembinaan yang dijalaninya, SM tidak patah semangat untuk terus belajar dan meraih cita-citanya. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan kesetaraan dan mendapatkan ijazah Paket C atau setara Sekolah Menengah Atas, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi dirinya dan seluruh pihak di

Perjalanan SM untuk meraih ijazah ini tidaklah mudah. Rasa bersalah dan penyesalan selalu menghantui dirinya setelah melakukan kesalahan yang membuatnya harus masuk .

Namun, tekadnya untuk berubah dan memperbaiki diri menjadi lebih kuat. Ia melihat kesempatan di LPKA Palu sebagai titik balik untuk memulai lembaran baru yang lebih baik.

SM memanfaatkan waktu yang ada di LPKA Palu dengan sebaik-baiknya. Ia mengikuti program pendidikan kesetaraan yang disediakan oleh LPKA Palu dengan penuh semangat. Ia rajin belajar dan tidak pernah menyerah meskipun materi pelajaran yang diberikan cukup sulit.

Kegigihan dan ketekunan SM membuahkan hasil. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan kesetaraan dan mendapatkan ijazah Paket C. ini tidak hanya membanggakan dirinya sendiri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi anak-anak binaan lainnya di LPKA Palu.

“Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Ijazah ini menjadi bukti bahwa saya masih bisa belajar dan meraih mimpi saya, meskipun berada di LPKA,” ucap SM dengan penuh haru.

SM berharap, kisahnya dapat memotivasi anak-anak muda lainnya untuk tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita. Ia ingin menunjukkan bahwa masa lalu kelam tidak harus menentukan masa depan. Dengan tekad dan kerja keras, semua orang dapat meraih kesuksesan.

Melihat kegigihan SM, Kepala Kanwil Sulteng, Hermansyah Siregar, merasa bangga dan terharu. “SM adalah contoh nyata anak binaan yang memiliki tekad kuat untuk berubah dan meraih masa depan yang lebih baik. Ia menjadi inspirasi bagi kami semua di LPKA Palu,” tutur Hermansyah Siregar, Selasa (2/7/2024).

Hermansyah Siregar berharap, kisah SM dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak binaan lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan dan kesempatan bagi anak-anak binaan untuk kembali ke masyarakat dan menjalani kehidupan yang positif.

“Kisah SM adalah bukti bahwa pendidikan dan pembinaan yang tepat dapat memberikan peluang bagi anak-anak yang berhadapan dengan hukum untuk kembali ke jalan yang benar dan meraih masa depan yang lebih cerah. Ia menjadi contoh nyata bahwa masa lalu tidak harus menentukan masa depan, dan dengan tekad dan kerja keras, semua orang dapat meraih kesuksesan,” jelas Kakanwil.*/YAT