RAYA – Sudah tiga hari pascabanjir bandang yang melanda Desa Sibalago dan Sienjo Kecamatan Toribulu, warga terdampak masih dilanda kekhawatiran akan datangnya banjir susulan.

Pasalnya hingga kemarin wilayah tersebut masih diguyur hujan. Selain itu, kayu-kayu dan lumpur yang terbawa banjir belum sepenuhnya bisa dibersihkan akibat keterbatasan alat berat.
Anggota DPRD Parigi Moutong (), Rusno yang juga terdampak banjir mempertanyakan Pemda Parmout dalam penanganan bencana. Pasalnya hingga hari ketiga belum ada alat berat milik Pemda Parmout yang diturunkan di lokasi banjir tersebut.

“Ini sudah masuk hari ketiga pascabanjir bandang, tapi belum ada saya lihat alat berat milik Pemda Parigi Moutong yang diturunkan disini (Sibalago,red). Padahal alat berat itu sangat dibutuhkan untuk membersihkan tumpukan kayu dan lumpur yang menutupi aliran sungai hingga ke halaman rumah warga. Saya ditanya beberapa warga, kemana ini Pemda seakan tidak ada peduli terhadap penderitaan warga,”ujar Rusno Rabu (26/6/2024).

Hingga kemarin kata Rusno hanya ada satu alat berat yang dioperasikan di wilayah tersebut yang diketahuinya adalah milik perorangan. Padahal kata Rusno, Pemda Parmout memiliki beberapa alat berat di beberapa OPD.

“Pada saat dibutuhkan seperti saat ini, justru alatnya tidak ada. Kasihan masyarakat masih dilanda ketakutan akan datangnya banjir susulan,”ungkapnya.

Sementara itu, sejumlah warga juga mempertanyakan kinerja Parmout, Richard Arnaldo. Pasalnya hingga hari ketiga pascabanjir kemarin, Richard belum melakukan peninjauan di lokasi yang menimpa empat desa di wilayah Parmout.

Bahkan diketahui melalui press rilis Dinas Kominfo Parmout, Pj Bupati Parmout bersama Plt Ketua TP PKK Parmout, Ketua DPRD dan sejumlah pejabat lain justru menghadiri acara penerimaan eliminasi malaria yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan di Jakarta, Senin (24/6/2024).

“Lebih penting menghadiri acara seremonial di Jakarta daripada meninjau lokasi banjir,”ujar salah satu warga di Parigi.

Bahkan keberadaan Pj Bupati di Jakarta tersebut juga menjadi perbincangan hangat pada sejumlah WA grup di Parigi. AJI