RAYA- Rektor Universitas Tadulako () Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT melantik para Wakil Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) periode 2024-2027 di Aula Lama Fakultas Kedokteran, Selasa (6/6/2024).

Adapun para Wakil Dekan FKIP yang dilantik, masing-masing Dr. Sahrul Saehana, M.Si sebagai Wakil Dekan FKIP bidang Akademik, Dr. Darsikin, M.Si sebagai Wakil Dekan FKIP bidang Umum dan Keuangan, serta Dr. Humaedi, S.Pd., M.Pd sebagai Wakil Dekan FKIP bidang Kemahasiswaan dan Alumni. 

Rektor usai melakukan pelantikan mengucapkan selamat kepada para wakil yang telah dilantik. Serta kepada para wakil-wakil dekan sebelumnya diucapkan terimakasih atas pengabdian yang luar biasa selama menjabat yang telah mengantarkan FKIP hampir semua prodinya kini terakreditasi “Unggul”.

“Ini adalah sebuah pekerjaan yang luar biasa, tentunya ini hasil dari kerjasama, di sebuah organisasi tidak ada orang yang paling hebat dan yang paling jago, tidak ada orang yang seperti supermen, tetapi adalah kerjasama kolaborasi saling mendukung untuk mencapai visi misi,”sebut Rektor.

Rotasi kepemimpinan sebutnya adalah hal biasa dalam sebuah organisasi, untuk memberikan dinamika baru bagi pengembangan dan kerja-kerja yang dilakukan ke depan.

Kepada para wakil dekan baru, diminta untuk memberikan dedikasi yang seutuhnya untuk membantu pengembangan Universitas Tadulako, saat ini telah menyandang akreditasi “Unggul”. Dimana kedepan tengah mempersiapkan prodi-prodi yang ada untuk akreditasi “Internasional”.

“Ini bukan lagi sebagai wacana, namun menjadi tanggungjawab bersama untuk mencapai itu. Hal yang sama bagi institusi, jika tidak sanggup tahun 2025, maka paling tidak di tahun 2026 itu harus -BH. Ini juga bukan tantangan yang mudah bagi semua sivitas akademika, untuk itu seluruh unsur pimpinan di kampus ini harus bisa bergandengan tangan dan bekerjasama untuk mewujudkan itu,”ujar Rektor.

Di tempat yang sama, Rektor juga menitipkan pesan kepada para wakil dekan baru, agar apa yang dilakukan oleh pejabat sebelumnya yang baik diteruskan,  sementara yang masih kurang tepat akan dibenahi secara bersama, mengingat tidak ada kesempurnaan bagi manusia. ENG