RAYA — Wali , mengajak forum Corporate Social Responsibility () di Kota untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah (Pemkot) Kota Palu untuk membangun Kota Palu.
Hal itu dikatakan Hadianto Rasyid saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi membahas tentang CSR di Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (29/5/2024).
Rapat itu menghadirkan sejumlah pelaku usaha lintas sektor seperti perdagangan, perbankan dan masih banyak lagi.
Hadianto dalam arahannya menyampaikan, tagar Kota Palu hari ini adalah bergerak bersama, bergerak semakin cepat. Sejak awal ia menjabat, lanjutnya, ia selalu meyakini Kota Palu akan bisa berubah dengan cepat jika pemerintah dan stakeholder bisa bekerja secara bersama-sama.
“Kalau bersama-sama, berarti kita memiliki konsep dan cita-cita yang sama. Barulah kita membangun kebersamaan. Kalau tidak, ya kita jalan masing-masing,” kata Hadianto Rasyid.
Menurutnya, kehadiran para pelaku usaha menjadi salah satu kekuatan perubahan yang dimiliki Kota Palu. Oleh karenanya, lanjut wali kota, Forum CSR Kota Palu terbentuk.
Forum itu, kata dia, bertugas untuk mengumpulkan dan menggabungkan kekuatan atau potensi-potensi dari pengusaha, agar tidak berjalan dengan sendiri-sendiri. Kehadiran Forum CSR Kota Palu itu pun, ungkapnya, juga akan menguatkan kemitraan antara pemerintah dengan para pengusaha.
“Forum ini juga menjadi forum keterbukaan bagi teman-teman usaha terhadap pemerintah. Sehingga pemerintah akan semakin merasakan kehadiran kita dan kebijakan-kebijakan yang diambil, akan memperhatikan keberadaan kita yang ada di forum ini,” tutur dia.
Keberadaan forum CSR dinilai sangat strategis dan memiliki peran signifikan bagi pemerintah. Secara khusus, Wali Kota meminta para pengusaha bisa menyerahkan laporan terkait CSR-nya.
“Kita membuka lembaran baru. Berapapun kontribusi dunia usaha melalui CSR, bagi kota ini memiliki yang besar. Perhatian yang diberikan itu sudah luar biasa,” ungkap wali kota.
Apalagi kalau kemudian, lanjutnya, dunia usaha menyamakan persepsi terkait apa yang akan dilakukan melalui CSR tersebut. Wali kota menyatakan, pada prinsipnya, CSR yang dikeluarkan, tidak sedikitpun disalahgunakan. Tetapi itu murni untuk upaya bersama membangun dan melakukan percepatan perubahan kota.
“Menurut saya pribadi, ini sangat penting untuk menjaga trust (kepercayaan, red) di antara kita,” kata wali kota.
Forum CSR juga merupakan solusi atas masalah yang ada. Dengan kehadiran forum itu, maka masyarakat akan semakin melihat peran besar dari pelaku dunia usaha di Kota Palu. Meskipun kontribusi yang diberikan kecil, hal itu tidak masalah. Sebab, yang paling penting adalah bagaimana membangun kekuatan dan kebersamaan.
“Tujuan forum ini adalah mengarahkan kita. Selama saya jadi wali kota, saya tidak biarkan siapapun bermacam-macam terhadap forum ini untuk mengambil keuntungan. Tidak mau saya. Ini adalah niat baik kita terhadap kota,” tutup politisi Hanura itu. RHT