RAYA – Sejak pukul 06.00 WITA, Ani sudah menyiapkan dagangannya. Ia menjual nasi kuning di warung kecilnya di Jalan Roviga, Kelurahan Tondo, Kota .

Kelurahan Tondo di sendiri sangat terkenal dengan banyaknya kalangan maupun pelajar mengingat kampus terbesar di Sulteng ada di lokasi itu. Sasaran market tentu adalah mereka para mahasiswa.

Ani paham betul, makanan dengan harga murah menjadi sangat masuk akal jika berjualan ditengah “lautan” mahasiswa. Sebab, itu terjangkau dan sangat cocok dengan kondisi kantong mahasiswa.

Benar saja, Ani yang menjual nasi kuning dengan harga Rp5.000 hingga Rp7.000 per porsi setiap hari, oleh para mahasiswa tersebut nyaris selalu ludes terjual.

“Saya tahu banyak orang yang butuh sarapan bergizi. Tetapi tidak ingin mengeluarkan banyak uang, terutama bagi mahasiswa diakhir bulan. Jadi saya memutuskan untuk menjual nasi kuning dengan harga yang cocok dengan mereka,” ujarnya kepada Sulteng Raya, Ahad (26/5/2024).

Kata dia, dalam satu porsi dagangannya itu, pelanggang akan mendapatkan nasi kuning lengkap dengan lauk pauk seperti telur rebus, ayam, dan ikan. “Meskipun harganya murah, Saya memastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan tetap segar dan berkualitas,” ungkapnya.

Ani hanya berharap, usahanya bisa terus bertahan dan berjalan sebagaimana mestinya, meskipun untungan yang didapat tidak seberapa. Ia tetap bersyukur bisa memutar roda dengan usaha itu. “Harapannya, saya hanya ingin terus berjualan,” tutupnya. MG2