RAYA-Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) kembali menghasilkan puluhan alumni, kali ini terdapat 82 orang terdiri dari Putra 42 dan putri 40. Mereka ini resmi dikembalikan ke orang tua masing-masing melalui proses Khatam At-Ta'lim dan Perpisahan Siswa Angkatan VI Al-Vatru, dilaksanakan di Auditorium MAN IC Palu, Sabtu (25/5/2024).

Kegiatan ini selain dihadiri para peserta didik juga dihadiri oleh para orang tua peserta didik, serta turut dihadiri oleh Kabid Madrasah Kanwil Sulteng Dr. H. Kiflin Pajala, M.Pd.I, dan Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda , dr. Husaema, MM.,M.Kes.

Kepala MAN IC Kota Palu, Hj. Mardiati Rosmah, S.Ag., M.Ag dalam laporannya mengatakan para peserta didik yang akan dikembalikan kepada orang tunya itu selama menumpuh pendidikan di madrasah unggulan kemenag ini telah mencatat banyak baik skala lokal maupun nasional, itu akan menjadi catatan dalam perjalanan madrasah ini.

Selain itu, dari 82 orang sebagian besar diantaranya telah lolos di sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia, bahkan tidak sedikit diantaranya lolos disertai dengan fasilitas beasiswa. “Selamat bagi anak-anakku, teruslah mengukir prestasi dimana saja kalian berada, dan terpenting jangan perna melupakan kedua orang tua, teruslah meminta doa darinya, serta yang tidak kalah pentingnya jangan melupakan almamater kalian, MAN IC Kota Palu,”pesan Mardiati Rosmah.

Pesan yang sama disampaikan oleh Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, dr. Husaema, MM.,M.Kes mewakili Wali Kota Palu meminta kepada para lulusan itu berbakti kepada kedua orang tua, sebab doa kedua orang tua sangat penting dalam perjalanan hidup setiap orang di muka bumi ini.

Bahkan menyebut jika dirinya sampai saat ini masih terus meminta didoakan oleh kedua orang tuanya. “Jangan perna berhenti mendoakan kedua orang tua sebagai bentuk pengabdian anak saleh, dan juga mintalah untuk di doakan oleh kedua orang tua,”pesannya.

Sementara itu, Kabid Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng, Dr. H. Kiflin Pajala, M.Pd.I meminta kepada para lulusan ini agar terus menjaga ritme belajar mereka. Mengingat mereka ini akan menjadi pengganti para generasi senior saat ini.

Apalagi kondisi kedepan sangat jauh berbeda dengan kondisi saat ini yang tengah di hadapi oleh generasi senior yang tengah menerima amanah sebagai pemimpin di bidang profesi masing-masing. Dalam menghadapi kondisi tersebut membutuhkan kesiapan pengetahuan, skill, dan mental yang kuat.  

“Jangan perna berhenti belajar, teruslah belajar karena kalian adalah pelanjut dan pengganti kami semua ini. Ingatlah masa kamu berbeda dengan zaman kami. Permasalahan semakin kompleks, kalian butuh belajar banyak,”pesan Kiflin Pajala. ENG