RAYA- Balai Bahasa Sulteng telah melaksanakan Bimtek Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah untuk Tunas Bahasa Ibu tahun 2024. Dalam melaksanakan kegiatan ini, Balai Bahasa Sulteng menggandeng Pemda Kabupaten dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Donggala untuk menyukseskan kegiatan ini.

Bimtek Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah untuk Tunas Bahasa Ibu bertujuan untuk membimbing peserta yang terdiri dari 100 orang guru untuk terampil dalam mengajarkan materi revitalisasi bahasa daerah yakni puisi, cerpen, pidato, dongeng, tembang tradisi, dan komedi tunggal berbahasa kaili dalam rangka mencegah kepunahan bahasa daerah di Provinsi Sulawesi tengah.

Bimtek Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah untuk Tunas Bahasa Ibu ini dibuka secara resmi oleh Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Donggala Nur Rahmat dan dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Asrif, M.Hum., Narasumber, Masudin Radja, M. Kes. dan Perangkat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Donggala.

“Bahasa Kaili sedang tidak baik-baik saja! Program revitalisasi bahasa daerah merupakan bentuk penguatan dari kementerian pendidikan untuk melindungi bahasa daerah, oleh karena itu manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik mungkin,” ucap Asrif dalam pembukaannya.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala Nur Rahmat, mengungkapkan jika Pemerintah Kabupaten Donggala sangat mengapresiasi balai bahasa yang telah melaksanakan dan memilih program ini ditempatkan di Kabupaten Donggala.

“Kami akan menindaklajuti kegiatan ini agar tidak berhenti sampai disini, dengan harapan melalui kegiatan ini bahasa kaili akan tetap lestari melalui tunas-tunas bahasa ibu yang cinta dengan bahasa daerahnya,”ujar Nur Rahmat.*NG