RAYA – Gerakan () terdiri dari sejumlah lembaga kemahasiswa di Universitas Tadulako (Untad), melakukan aksi demonstrasi di depan kampus menolak kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Setelah sebelumnya mereka melakukan konsolidasi dan mencapai kesepakatan untuk melakukan demonstrasi berdasarkan pertimbangan serta kajian yang didapat dari hasil diskusi.
“Hari ini kami fokus dengan membawa isu besar, yaitu Tolak Kenaikkan Uang Kuliah Tunggal,” sebut Iki Sewang, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) demonstrasi, Rabu, (24/04/2023).
Ia juga menambahkan, bahwa kenaikan UKT ini juga tidak sejalan dengan pengadaan fasilitas kampus, seperti WC dan AC. Selain itu kurangnya fasilitas ini dapat dilihat dari Program Studi (Prodi) Informatika, yang hanya memiliki satu gedung untuk berbagai keperluan.
Menurutnya, hal ini cukup disayangkan, dengan melihat banyaknya mahasiswa informatika yang masih aktif serta jumlah peminat prodi ini yang tidak sedikit.
Keresahan juga disampaikan oleh Fadel Muhammad Ramadhan, selaku Jenderal Lapangan (Jendlap) Demonstrasi. Ia menegaskan bahwa seruan aksi ini berdasarkan survei kepada calon mahasiswa 2024. Hasil yang didapatkan adalah banyaknya calon mahasiswa yang memilih untuk batal melanjutkan perkuliahan di karenakan tingginya UKT yang ditetapkan.
“Hasil yang kami dapat setelah turun ke lapangan adalah cukup banyak calon mahasiswa 2024 dari golongan kelas buruh, sehingga mereka berat untuk memikul perkuliahan dengan kenaikan biaya pendidikannya,” sebutnya.
Ia menambahkan, untuk diterapkannya regulasi penggolongan UKT. Hal ini bertujuan untuk pengurangan beban pembayaran UKT bagi mereka yang ingin berkuliah, tapi tidak memiliki penghasilan yang banyak. Sehingga dengan diberlakukannya regulasi ini, maka pembayaran UKT disegmentasi berdasarkan tingkatan golongan (mampu/tidak mampu), karena tidak semua orang bisa membayar dengan nominal yang sama.
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untad, sudah mencoba untuk berkomunikasi kepada pihak kampus terkait dengan ketetapan kenaikan UKT ini. Namun usaha mereka belum mendapat respon sampai saat ini.
Jika demonstrasi belum juga mendapat respon, maka GMU akan mengkonsolidasikan kembali terkait langkah selanjutnya yang akan ditempuh. MG1