RAYA – memegang peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat dan ekonomi. Peran ganda perempuan di lingkungan pekerjaan, komunitas, juga keluarga menuntut perempuan untuk mampu multitasking atau bisa melakukan banyak hal sekaligus. Oleh karena itu, perempuan perlu lebih sadar terhadap pentingnya proteksi diri dan kesehatannya.

Hal itu dikemukakan Direktur Manajemen Risiko dan Kepatuhan merangkap Plt. Direktur Utama PT Jiwa IFG (), Eli Wijanti, menyambut peringatan yang jatuh pada 21 April 2024.

Eli mengatakan, kini Indonesia dapat menyaksikan para perempuan dapat berperan dan mengembangkan potensi sesuai dengan pilihannya sendiri. Hal ini tidak terlepas dari cita-cita R. A. Kartini, seorang aktivis perempuan kelahiran Jepara, 21 April 1879, yang aktif memperjuangkan kemerdekaan dan kesetaraan perempuan di tengah dominasi budaya patriarki yang kental ketika itu.

“Hari Kartini menjadi momen untuk menghargai peran serta kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa, juga untuk mendorong pencapaian para perempuan di berbagai bidang. Kartini merupakan tokoh progresif pada zamannya, berani memperjuangkan harkat dan martabat perempuan agar bisa mendapatkan hak dan perlakuan yang sama dengan laki-laki. Hingga kini, sosok dan perannya tetap relevan untuk menjadi panutan,” ujar Eli dalam keterangan resmi yang diterima Sulteng Raya, Ahad (21/4/2024).

Dia menegaskan, peran perempuan Indonesia saat ini semakin luas dan berkembang. Meskipun tetap ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi, termasuk tantangan stereotype gender, namun kesetaraan di dunia kerja sudah semakin terasa.

Kita tidak saja lebih mudah menemukan perempuan yang mampu berkompetisi di sektor usaha, pekerjaan formal dan profesional, bahkan hingga ke jajaran top management. Kita juga semakin mudah menyaksikan perempuan yang mampu berpartisipasi aktif di lingkungan masyarakat melalui aktivitas organisasi dan sosial, dengan tetap menjalankan peran utama mereka di keluarga atau rumah tangga.

Di IFG Life, misalnya, sekitar 40 persen pegawainya merupakan perempuan. Sebanyak 15 orang di antaranya bahkan telah menjadi leaders dan dua orang merupakan direktur yang memegang peran strategis di perusahaan. Eli pun meyakini, peran perempuan di industri asuransi ke depannya akan semakin berkembang seiring dengan sifat alami perempuan yang inklusif dan kolaboratif.

“Banyaknya peran yang disematkan kepada para perempuan Indonesia, baik di bidang karir profesional, organisasi, sosial, juga rumah tangga, membuat kita sebagai perempuan harus mampu multitasking. Namun, terkadang kita masih kurang aware betapa pentingnya melindungi diri kita dan kesehatan kita,” papar Eli.

Dia melanjutkan, dengan tingginya tuntutan kemampuan multitasking di era modern, perempuan harus memiliki kesehatan fisik dan psikis yang prima. Usia yang terus bertambah dan kondisi fisik yang dapat berubah seiring dengan perjalanan waktu juga telah menjadi tantangan tersendiri bagi perempuan untuk senantiasa menjaga kondisinya agar dapat terus berperan.

Ada risiko penurunan kesehatan, risiko kecelakaan, hingga risiko tutup usia yang perlu diantisipasi sejak dini. Kehadiran asuransi, menurut Eli, dapat memberikan kenyamanan dan ketenteraman terhadap proteksi perempuan sehingga dapat lebih fokus menjalankan peran yang tersemat padanya.

“Asuransi berfungsi memberikan perlindungan, utamanya perlindungan finansial, terhadap berbagai potensi risiko di masa depan. Membekali diri dengan asuransi, berarti kita sebagai perempuan telah selangkah lebih peduli untuk melindungi diri kita sendiri juga keluarga yang kita cintai dari berbagai risiko yang dapat terjadi di masa depan,” paparnya. RHT