RAYA – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menilai Kabupaten Morowali Utara merupakan daerah yang paling peduli (concern) dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Saya sudah berkeliling di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sulteng, pak Delis (Bupati ) ini visioner sekali, perhatiannya terhadap pembangunan SDM sangat tinggi. Menurut saya paling baik di Sulteng,” kata Staf Ahli Apkasi bidang pembangunan SDM, Dr Himmatul Hasanah, MP dalam sebuah perbincangan dengan MCDD di belum lama ini.


Salah satu indikator keberhasilan pembangunan SDM di suatu daerah adalah Index Pembangunan Manusia (IPM) yang indikatornya ditentukan oleh empat komponen utama yakni angka harapan hidup, angka melek huruf pada penduduk 15 tahun ke atas, rata-rata lama bersekolah pada penduduk usia 15 tahun ke atas, dan pengeluaran rill perkapita masyarakat.


Menurut catatan Badan Pusat Statistik, Morowali Utara berhasil keluar dari IPM kategori sedang menjadi daerah dengan IPM kategori tinggi selama tiga tahun kepemimpinan sebagai bupati dan wakil bupati.


BPS mencatat IPM di kabupaten dengan potensi tambang nikel terbesar di Tanah Air pada 2019 adalah 68,45 (kategori sedang), melonjak menjadi 70,74 pada 2023 (kategori tinggi).
Karena itu, kata Himmatul, Apkasi memberikan alokasi terbesar dalam penyediaan kesempatan memperoleh beasiswa pendidikan bagi putra-putri Morut melalui Program Bea Siswa Indonesia Emas (BIE-Daerah) bekerja sama dengan Yayasan Adiluhung.


Menurut dia, BIE-Daerah ini pada 2024 menyediakan kesempatan untuk 180 putra-putri Morut.
Sebanyak 50 orang penerima beasiswa itu akan diseleksi dari para lulusan SMU- tahun 2024 untuk mengikuti kuliah diploma dan strata-1 di perguruan tinggi ternama di Indonesia seperti IPB Bogor, Unpad Bandung, Unhas Makassar, UNY Yogyakarta, UNS Surakarta, dan UGM Yogyakarta.


Sebanyak 30 orang lainnya akan mengikuti pendidikan tingkat diploma di luar negeri, khususnya China.
Sementara 100 orang lainnya akan direkrut untuk mengikuti pendidikan S1 atau S2 di perguruan tinggi ternama di Indonesia yang disebut program Rekognisi Pengalaman Lampau (RPL) untuk para ASN atau pegawai PPPK yang ingin mendapatkan gelar S1 dan S2.


Dalam tiga tahun berturut-turut, Pemkab Morut mengalokasikan dana miliaran untuk memberikan beasiswa kepada seluruh asal Morut yang menempuh pendidikan diploma, S1 dan S2 di perguruan tinggi manapun di seluruh Indonesia. Jumlah penerima program beasiswa itu berkisar 2.600-an orang yang masing-masing menerima Rp3 juta/tahun. *VAN