RAYA – Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tingkat provinsi Sulawesi Tengah tahun 2024 bertemakan “Optimalisasi Bonus Demografi dan Peningkatan SDM Menuju Indonesia Emas 2024” di salah satu hotel di Kota , Rabu (27/3/2024).

Kegiatan diikuti sebanyak 177 peserta yang terdiri dari 39 peserta Perwakilan OPD KB Kabupaten dan Kota, 6 peserta dari satgas , 77 orang mitra kerja, dan 55 peserta interen BKKBN yang dihadiri Pembina BKKBN Wilayah Sulteng, Eli Kusnaeli dan dibuka oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan, Rudy Dewanto

Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Tenny C Soriton dalam laporannya mengatakan tujuan dari pelaksanaan rapat tersebut adalah Penguatan komitmen dan peran Pemerintah Pusat dan daerah serta mitra kerja dalam peningkatan akses, kualitas pelayanan, penggerakan program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting.

Menurut data, kata dia, Sulteng tahun 2023 terdapat 177.239 keluarga berisiko stunting yang ada di 13 kabupaten dan kota yang merupakan sasaran program untuk diberikan intervesi, pendampingan berkelanjutan dan evaluasi.

“Yang mendasari pemilihan tema karena BKKBN memiliki tugas untuk mengawal Pembangunan kependudukan serta diberikan mandat, tugas dan kewenangan oleh Bapak Presiden untuk mengkoordinasikan Pencegahan dan Percepatan Penurunan Angka Stunting di Indonesia,” kata Tenny.

“Kami laporkan bahwa kami sudah melaksanakan pertemuaan koordinasi untuk rencana aksi pencegahan dan penurunan stunting dengan dinas terkait, akademisi, toga/toma serta para generasi muda. Sementara yang bisa kami laporkan adanya aksi: Gerakan Ranting (Remaja Cegah Stunting) diprakarsai Forum Genre Sulteng, adanya aplikasi online teman baduta hasil kerja sama dengan tim Universitas Tadulako, serta kolaborasi SATGAS PPS dengan inovasi cegah stunting melalui layanan “Mbak Sutarti” menu bergizi anak dan konsultasi seputar stunting,” ujarnya menambahkan.

Adapun kata dia terkait inovasi Pemda Sulteng yakni Program Terpadu Percepatan Penurunan Stunting dan Penanggulangan Berbasis Perangkat Daerah yang disingkat (Tangguh Bersinar), kegiatan ini menyasar anak stunting dan keluarga berisiko stunting di kabupaten .

“Program ini adalah bentuk gotongroyong secara aktif dari berbagai kalangan pemprov, Pemkab/kota, instansi vertikal termasuk BKKBN, perguruan tinggi dan perusahaan yang beroperasi diprovinsi Sulawesi tengah, untuk memberikan intervensi langsung ke sasaran,” katanya

Pada kesempatan itu juga, Tenny menyampaikan hasil capaian Program tahun 2023 berdasarkan data SIGA yakni peserta KB Baru (PB) sejumlah 43.789 (59.18 persen) dari PPM 74.241 berdasarkan data New SIGA Pencapaian Peserta KB Baru tertinggi Tahun 2023 yakni Parigi Moutong dengan capaian 6.578 aseptor, dengan capaian 6.574 aseptor, Banggai dengan capaian 6.435 aseptor. Sementara pencapaian peserta KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang tertinggi Tahun 2023 adalah Kota Palu dengan capaian 2.603 aseptor, Kabupaten Parigi Moutong dengan capaian 2.323 aseptor, Kabupaten Donggala dengan capaian 2.044 aseptor.

Selanjutnya berdasarkan Data New SIGA Pencapaian Peserta KB Baru dibandingkan dengan PPM Tahun 2023 adalah Kabupaten Bangkep dengan capaian 159.10 persen dari PPM, Kabupaten Banggai Laut dengan capaian 153.63 persen dari PPM, Kabupaten dengan capaian 118.26 persen dari PPM.

Sementara untuk pencapaian Peserta KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang dibandingkan dengan PPM Tahun 2023 adalah Kab Banggai Laut dengan capaian 172.84 persen dari PPM. kabupaten Bangkep dengan capaian 133.69 persen dari PPM dan Kabupaten Morowali dengan capaian 131.35 persen dari PPM.

Dengan capaian tersebut, maka upaya strategis dan inovasi  yang dapat dilakukan yakni inovasi pengelolaan program bangga kencana di masa pandemi, seperti : Jesika Line, Koran Genre, Instal ( Program Bangga Kencana), Superman, Selasa Menyapa, podcast, dan Jajak Pendapat, Inovasi unggulan perwakilan BKKBN provinsi Sulawesi tengah “Aplikasi Kartu Konseling Elektronik (KKE) KB PP cegah stunting”, peningkatan akses pelayanan KB mobile di wilayah unmet need dengan kontrasepsi MKJP. Pendampingan pengelolaan DAK (Fisik dan Non fisik BOKB) di tiap Kabupaten se Provinsi Sulteng untuk optimalisasi pengelolaan program Bangga Kencana. Pengelolaan Program segmented di Kampung KB Jumlah Kampung KB yang berjumlah 347. Perluasan Jejaring kemitraan dengan mitra-mitra kerja melalui perjanjian kerjasama. Serta Melaksanakan survey mini tentang Kepuasan masyarakat terhadap Pelayanan KB berbasis IT.

Sementara itu, Pembina BKKBN Wilayah Sulteng, Eli Kusnaeli, menyampaikan apresiasi kepada seluruh dinas dan instansi yang tergabung dalam program bangga kencana di Sulteng yang telah bekerjasama dalam mensukseskan program itu.

“Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat, program ini dapat berjalan dengan baik tentunya dengan dukungan semua pihak terutama dukungan dari Gubernur dan unsur Forkopimda Sulteng, program bangga kencana di sulteng setiap tahun semakin baik,” katanya

Sementara itu Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura dalam sambutannya yang diwakili Asisten II Perekonomian dan pembaguna, Rudy Dewanto mengatakan, bonus demografi yang dimulai pada 2020 hingga 2045 menawarkan peluang besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat.

Program bangga kencana merupakan salah satu program unggulan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan penduduk di provinsi sulawesi tengah melalui berbagai upaya pembangunan keluarga, pemberdayaan masyarakat, dda pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas, program bangga kencana, kata dia merupakan kesempatan untuk mengoptimalkan bonus demografi ini, dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (sdm) melalui berbagai upaya pembangunan keluarga, kesehatan reproduksi, pendidikan, dan kerja

“Bonus demografi merupakan suatu potensi besar bagi kemajuan suatu bangsa jika dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Selanjutnya, peningkatan SDM menjadi fokus utama dalam mewujudkan visi, rapat kerja daerah program pembangunan keluarga, kependudukan, da bangga kencana tahun 2024.

Indonesia emas 2045, dalam konteks ini, pembangunan keluarga dan keluarga berencana memegang peran yang sangat penting, menurutnya melalui program tersebut dipastikan bahwa setiap keluarga memiliki akses terhadap layanan kesehatan, dan informasi yang pendidikan berkualitas, sehingga mereka dapat membuat keputusannyang tepat terkait dengan perencanaan keluarga.

“Dengan meningkatkan sdm yang berkualitas, kita dapat memastikan bahwa setiap individu dapat berkontribusi secara maksimal dalam pembangunan bangsa. Untuk itu, melalui rapat kerja ini saya berharap dapat menghasilkan langkah-langkah prioritas, menetapkan target yang realistis, serta mengidentifikasi potensi-potensi kolaborasi antarstakeholder untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengoptimalkan bonus demografi dan meningkatkan sdm di Provinsi Sulawesi Tengah. mari kita bersama-sama merancang langkah- langkah strategis yang dapat membawa provinsi sulawesi tengah menuju indonesia emas 2045 dengan sdm yang unggul dan berdaya saing,” ucapnya. JAN