RAYA – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II menggelar Perjanjian Kerja Sama () dengan komunitas Duta Baca Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam rangka pembinaan dan pengembangan pemahaman literasi kepada Anak binaan, Kamis (22/2/2024) pagi.

PKS tersebut, merupakan bagian dari pilot project di tahun 2024 guna menciptakan kader ataupun generasi unggul yang berwawasan serta berpengetahuan luas. PKS tersebut, ditandatangani langsung oleh Kepala LPKA Palu, Revanda Bangun bersama Ketua Komunitas Duta Baca Provinsi Sulteng, Asrianti.

Tidak hanya itu, kegiatan yang dilaksankaan di ruang kerja Kepala LPKA tersebut, juga dihadiri oleh Kepala Seksi Pembinaan, Ida Bagus, Kepala Subseksi Pendidikan dan Bimbkemas, Henny, serta staf pembinaan.

“Saya ucapkan selamat datang di Saya berharap melalui komitmen bersama ini, kedepannya kita dapat mewujudkan budaya literasi yang maju dan berkualitas untuk para anak binaan,” sambut Revanda.

Dirinya berharap, melalui PKS ini dapat memberikan motivasi kepada seluruh anak binaan maupun seluruh pembina yang ada di LPKA Palu untuk terus mengembangkan, meningkatkan kemampuan literasi. “Besar harapan para anak binaan dapat bersaing seperti anak-anak lainnya. Apalagi jika mereka bisa menjadi calon duta baca untuk selanjutnya,” harapnya.

Sementara, Asrianti mengatakan, Komunitas Duta Baca Sulteng siap membantu LPKA Palu dalam melalukan pembinaan dan pengembangan pemahaman literasi kepada anak binaan LPKA Palu.

“Melalui penandatanganan PKS ini, mari bersama-sama kita tingkatkan pemahaman literasi kepada para anak binaan dengan mengenalkan kebiasaan membaca sejak dini. Kami juga telah menyiapkan beberapa program gerakkan literasi untuk mendorong minat baca anak binaan LPKA Palu,” jelas Asriyanti.

Kerjasama yang dibangun oleh LPKA Palu dengan Komunitas Duta Baca Provinsi Sulteng memberikan ruang lebih bagi komunitas ini untuk berkontribusi berbagi ilmu pengetahuan dan meningkatkan literasi untuk anak binaan. Dengan sentuhan fasilitas baca yang maju dan berkualitas akan mewujudkan Sumber Daya Manusia yang kreatif, inovatif dan berdaya saing tinggi. “Di era saat ini, penting untuk kita semua untuk terus maju. Kita tingkatkan kolaborasi ini guna menciptakan generasi emas 2045,” tutur Asrianti.*/YAT