RAYA- Rektor Universitas Muhammadiyah () , Prof. Dr. H.  , SE., MM mendorong para untuk menumbuh kembangkan semangat kewirausahaan atau entrepreneurship, setelah lulus kuliah maupun saat masih mengenyam pendidikan dengan memanfaatkan teknologi .

Mengingat, gempuran teknologi digital dan revolusi industri 4.0 sudah pasti tidak bisa dibendung lagi. Pilihannya tinggal bisa bertahan hidup di era teknologi canggih ini atau punah digilas zaman.

“Menyikapi fenomena kedepan dan orientasi mahasiswa, kebanyakan yang kuliah untuk bekerja, ini harus diubah, kami mendorong mahasiswa bagaimana menciptakan lapangan kerja setelah lulus,” kata Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM belum lama ini.

Mahasiswa katanya harus memiliki kemampuan individu dalam menciptakan peluang ekonomi dari sebuah ide usaha, baik skala kecil maupun skala besar. “Di era revolusi industri 4.0, sangat penting membangun karakter bisnis atau entrepreunership mahasiswa. Agar mereka memiliki kesadaran mengubah budaya ‘mencari kerja' menjadi budaya ‘menciptakan kerja dan lapangan kerja'. Spirit enterprenuer harus ada di dalam diri mahasiswa,” tambah rektor

Maka penting, mahasiswa sebagai generasi sebagai calon pemimpin bangsa harus tampil sebagai sumber daya berkualitas, di samping memiliki rasa yang tinggi, juga tentu dibangun melalui karakter entrepreneurship.

Perlu dipahami katanya, bahwa mahasiswa di era revolusi industri 4.0 itu adalah kaum muda yang mempunyai kompetensi akademik yang baik, berjiwa entrepreneur, menguasai future skills(soft & hard skills) sebagai modal kompetensi diri, tinggal kemauan dan polesan sedikit sudah bisa mengaktualisasikan diri. “Hal-hal seperti ini sejalan dengan apa yang diinginkan oleh Mas Menteri Nadiem, ‘Kampus Merdeka' mendorong mahasiswa untuk menjadi entrepreneur dengan memanfaatkan teknologi digital,”ungkapnya lagi.

Lebih lanjut kata rektor, salah satu tujuan dorongan tersebut adalah agar mahasiswa dapat hidup dan tidak tergantung dengan orang lain. Pada usia mahasiswa, sudah tahap memasuki usia dewasa, usia dimana sudah harus bisa hidup secara mandiri dan tidak terlalu tergantung pada orang lain.

Pada usia inilah, mahasiswa dituntut paling tidak bisa memenuhi kebutuhan pribadinya sendiri sebelum benar-benar turun ke dunia kerja. “Cara yang mudah untuk memenuhi kebutuhan sendiri pada usia ini adalah dengan membangun bisnis digital. Khususnya mahasiswa yang lahir pada tahun 2000-an pasti sudah sangat akrab dengan dunia dan teknologi yang serba cepat. Untuk itulah, membangun usaha online dapat menjadi alasan tepat agar bisa hidup lebih mandiri,”tambah rektor.

Terlebih kata rektor, bagi mahasiswa yang membangun usaha online dapat memanfaatkan lingkungan kampus sebagai peluang pasar untuk mempromosikan bisnis online. Mahasiswa adalah yang paling mengerti kebutuhan bagi kaum muda dan juga yang berusia lanjut.

“Dengan begitu, setelah lulus bisa lebih dikembangkan lagi bisnisnya,”katanya lagi.ENG