RAYA – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II terus berupaya memberikan warna baru dalam menghadirkan program-program pembinaan bagi seluruh anak binaan, selain mengelola tanaman hias, kini seluruh anak binaan diajak untuk memanfaatkan lahan guna melakukan budidaya tanaman terong, Sabtu (3/2/2024) pagi.

Berlokasi di area hunian, kegiatan dipimpin oleh Kepala Regu Pengawasan B, I Putu Yapet bersama anggotanya, Dwi Adi. Menurut Yapet hal ini merupakan peningkatan soft skill bagi setiap anak dan juga melatih kepekaan dalam pemanfaatan lahan-lahan yang terbatas.

Diketahui, budidaya tanaman terong membutuhkan waktu sekitar 75 hingga 100 hari hingga matang, tergantung pada proses perawatan, seperti penyiraman rutin dan pemberian pupuk secara berkala. “Terong merupakan tanaman yang sering dijumpai dan mudah didapatkan serta tanaman ini mudah dirawat,” kata Yapet.

Selanjutnya, Yapet membagi menjadi dua kelompok, tujuannya agar seluruh anak binaan dapat melakukan secara langsung dan bergantian dengan begitu keterampilan ini dapat berlangsung efektif dan efisien.

Kelompok pertama melakukan pengecekan pada lokasi tanaman, selanjutnya menyediakan tanah serta pupuk yang akan digunakan dalam menunjang pertumbuhan bagi tanaman terong nantinya. Kemudian, kelompok kedua melakukan pengecekan pada benih yang telah dijadikan pembibitan, terlihat seluruh anak binaan sangat antusias mengikuti pelatihan keterampilan yang diberikan.

“Tentu ini merupakan perpanjangan tangan dari program pembinaan dan ini merupakan komitmen bersama yang dibangun dalam mewujudkan anak yang memiliki skill dalam mengelola keterampilan yang mereka miliki,” jelas Yapet.

Dirinya menambahkan, pelatihan ini sangat ramah lingkungan, karena menggunakan hasil pengelolaan limbah yang diurai menjadi pupuk organik. “Pupuk yang kami gunakan, yakni pupuk yang telah disiapkan beberapa bulan lalu, pastinya ramah lingkungan dan tidak membutuhkan banyak biaya,” tambahnya.

Kegiatan ini pun mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari Kepala LPKA Palu, Revanda Bangun yang turut bangga atas terobosan inovasi yang dibangun oleh jajarannya. Ia juga berharap, agar seluruh anak binaan dapat menyerap materi-materi yang disampaikan dan melanjutkan saat setelah bebas nanti.

“Ini warna baru dalam program pembinaan, terima kasih sudah bekerja keras, terus pertahankan dan pastikan seluruh anak binaan nyaman dalam menerima program-program pembinaan,” jelas Revanda.*/YAT