SULTENG RAYA-Jelang pemungutan suara Pilpres dan Pileg tanggal 14 Februarai 2024, kerap kali ada momen yang dimanfaatkan oleh para mafia politik bergantong tebal, di masyarakat luas dikenal dengan nama “Serangan Fajar” baik berupa uang tunai maupun dalam bentuk barang.

Akademisi , Dr. Moh. Rizal Masdul, meminta kepada para penyelanggara pemilu terutama yang ditugaskan dalam pengawasan untuk mewaspadai kondisi itu, juga kepada masyarakat luas ikut berkontribusi membantu penyelanggara pemilu mengawasi prilaku hina dan primitif seperti itu, serta menguatkan mental dan sikap untuk menolak serangan fajar.

Kata Rizal, serangan fajar adalah bentuk penghinaan kepada masyarakat, membeli suara dengan harga murah. “Harga suara masyarakat itu tak ternilai harganya, sehingga jika ada yang mau membeli atau menyuap agar suara masyarakat diarahkan ke paslon tertentu atau caleg tertentu, itu adalah penghinaan,”sebut Rizal, Senin (12/2/2024).

Prilaku seperti itu katanya sangat merusak sistem demokrasi yang sudah susah paya dibangun, bahkan di masa-masa awal reformasi tidak sedikit korban jiwa yang berjatuhan demi menumbangkan penguasa yang otoriter anti demokrasi.

Kini setelah tumbang, jangan sampai kebiasaan buruk seperti itu masih membudaya di tengah-tengah upaya menyehatkan sistem demokrasi bangsa ini. Karena itu katanya, pengawasan sangat penting dilakukan. Serta meminta pelaku serangan fajar ditindak dengan tegas sesuai dengan ketentuan regulasi yang ada.

“Pengawasan itu sangat penting, jangan sampai lengah dan kondisi seperti itu terjadi dan merajalela di masyarakat, itu sangat berbahaya dan merusak sistem demokrasi kita,”tegasnya. ENG