SULTENG RAYA – Komisi Pemilihan Umum () Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Jalan Santai dalam rangka sosialisasi Pemilu menjelang hari pemilihan 14 Februari 2024 di Jodjokodi Convention Center (JCC) Jl. Moh. Yamin, Ahad (11/2/2024)

Jalan santai itu dihadiri Gubernur yang diwakili Kaban Kesbangpol Provinsi Sulteng Arfan, Ketua KPID Provinsi Sulteng Indra Yosvidar, Ketua Provinsi Sulteng, Komisioner KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota, Danrem 132 Tadulako, Ombudsman Provinsi Sulteng, Organisasi Pemuda dan Ormas.

Jalan santai ini juga dimeriahkan dengan senam bersama, penampilan musik, pemberian doorprize.

Pada kesempatan itu, Komisioner KPU Provinsi Sulteng, Nisbah menyampaikan bahwa jalan santai yang dilaksanakan oleh KPU Provinsi Sulteng menjelang hari pemilihan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi, menyatukan perbedaan, membangun spirit integrasi agar pemilu dapat terlaksana dengan baik.

Selain itu, kata Nisbah, jalan santai ini dilaksanakan dalam rangka menutup masa kampanye, yang dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan 10 Februari 2024.

“Kampanye sudah ditutup sejak tadi malam pukul 12.00,”ucap Komisioner KPU Provinsi Sulteng, Nisbah. 

Nisbah juga menjelaskan, masa tenang ini merupakan salah satu upaya untuk menetralisir potensi yang masih mungkin dilakukan oleh Caleg dalam rangka mempromosikan dan mengampanyekan dirinya.

Lebih lanjut, partisipasi seluruh masyarakat sangat dibutuhkan pada pelaksanaan Pemilu dan bagi yang memiliki hak memilih diharapkan untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 14 Februari 2024.

“Memberikan suara tidak hanya sekedar datang mencoblos, tetapi memastikan suara yang kita berikan memiliki nilai,” jelas Nisbah

Lebih jauh, Nisbah  menerangkan, satu suara akan menghasilkan Pemilu yang bermartabat, karena suara yang diberikan tidak hanya sekedar untuk memilih calon legislatif atau perseorangan tetapi, suara yang diberikan adalah titik dimana arah untuk menentukan masa depan bangsa.

Nisbah berharap seluruh elemen masyarakat untuk bisa berpartisipasi hadir di bilik suara pada 14 Februari 2024, sebagai hak warga negara harus diberikan untuk menentukan arah masa depan bangsa.

“Suara adalah nilai diri kita yang menentukan arah masa depan bangsa ini ke depan,”tambahnya. *WAN