SULTENG RAYA – Wakil Wali Kota , dr Reny A Lamadjido, mengimbau kepada orangtua yang mengetahui anaknya terindikasi agar tidak malu melapor ke Pemerintah Kota (Pemkot) Palu.
Ia menegaskan, salah satu program dalam rangka pencegahan stunting, yakni intervensi gizi bagi anak terindikasi stunting.
“Saya ingin menyampaikan kepada ibu-ibu. Kalau ada anaknya yang terindikasi stunting, jangan malu untuk melapor. Nanti dikasih paket stunting,” imbau Wawali Reny saat membuka pelaksanaan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kelurahan Watusampu, Rabu (7/2/2024).
Kegiatan tersebut merupakan aksi perubahan kinerja organisasi dalam rangka Optimalisasi Pencegahan Stunting Melalui Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Ocehan Dashat).
Wawali Reny, mengatakan, betap pentingnya pencegahan Stunting sejak anak masih dalam kandungan sang Ibu.
Stunting merupakan permasalahan gizi pada anak, sehingga menyebabkan tinggi badannya tidak sesuai dengan umurnya.
“Olehnya, diharapkan ibu-ibu hamil rajin datang ke Posyandu-posyandu terdekat untuk memeriksakan kesehatannya. Kemudian kalau ada anak-anak yang baru lahir, rajin juga diperiksa. Rajin datang ke Posyandu,” katanya.
Di samping itu, kata dia, sang ibu dan anak juga harus mengonsumsi makanan-makanan bergizi, seperti dicontohkan dalam kegiatan Dashat kali ini.
“Ini saya lihat sudah ada contoh makanan-makanan lokal, seperti kacang hijau dan lainnya. Ini gizinya bagus sekali. Supaya anaknya kita sekarang ini ke depan menjadi wakil wali kota. Bila perlu jadi wali kota bahkan gubernur. Pasti bangga kita sebagai orangtua,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Wawali Reny juga menyampaikan terima kasih kepada anggota Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) yang merupakan ujung tombak dalam memprakarsai pelaksanaan program Dashat kali ini.
“Saya juga berterimakasih kepada tuan rumah, yang sudah menyiapkan rumahnya untuk program Dashat. Terima kasih telah membantu Pemerintah Kota Palu untuk mengatasi permasalah Stunting,” tuturnya. HGA