SULTENG RAYA – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di sosialisasi kemamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) diikuti 25 sekolah jenjang SD dan SMP di Kota Palu, di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu (7/2/2024).
Melalui kegiatan tersebut, para peserta didik dan guru menjadi perwakilan sekolah, diberikan terkait jajanan bergizi, aman dan sehat, agar peserta didik mampu memilah dan memilih jajanan yang sehat dan aman bagi kesehatan mereka (peserta didik).
Kepala , Mardianto, berharap, 25 sekolah mengikuti sosialisasi, menjadi agen BPOM untuk membantu mengkampanyekan keamanan PJAS.
Mengingat, kata dia, budaya keamanan pangan menjadi tanggung jawab bersama, sehingga budaya keamanan pangan di sekolah dapat terwujud.
“Keamanan pangan itu menjadi tanggung jawab kita bersama, terutama warga sekolah, guru, peserta didik, kepsek, orang tua, termasuk penjual di kantin sekolah. Hari ini (kemarin, red) kami melakukan kegiatan sosialisasi terkait keamanan PJAS, tahun lalu sudah kami lakukan di 15 Sekolah, dan tahun ini perluasan kami menambah 25 Sekolah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Palu, Hardi, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi pemberian edukasi dilakukan BPOM di Palu melalui sosialisasi tersebut.
Ia aberharap, melalui kegiatan tersebut, warga sekolah dapat menjadi agen-agen BPOM untuk menjaga keamanan pangan di sekolah, sehingga mampu terwujud budaya keamanan pangan.
“Tentunya kami sangat berterimakasih kepada BPOM yang menyelenggarakan kegiatan ini. Diharapkan, melalui kegiatan ini peserta didik dan juga guru membantu BPOM menjadi agen duta BPOM, menjadi duta kesehatan, duta jajan anak sekolah untuk mengkampnyekan pentingnya budaya keamanan pangan di sekolah,” ucapnya.JAN