SULTENG RAYA –   Ketua Provinsi Sulteng, M. Nizar Rahmatù, SSos. AIFO menegaskan bahwa PON XXI Aceh-Sumut Tahun 2024 sudah diambang pintu. Dalam event olahraga empat tahunan terbesar di tanah air kali ini, Provinsi Sulteng meloloskan 209 atlet dari 30 cabang olahraga yang sukses diajang Babak Kualifikasi atau Pra PON 2023.

” Insya Allah PON  XXI Aceh- Sumut, akan jadi momentum  bagi Provinsi seribu megalit dalam mewujudkan puncak prestasi olahraga,” kata  M. Nizar Rahmatu, Kamis (25/1/2024).

Hal ini kata Inisiator Olahraga Indonesia, sangat beralasan,  karena jika berkaca dari perhelatan Pra PON, cabor- cabor  yang selama ini diunggulkan sukses meraih target  dan capaian, sehingga harapan dan keinginan Bapak olahraga, H Rusdy Mastura yang juga Gubernur Sulteng melalui program Sulteng Emas 2024 bakal terwujud.

Saat ini tambah Nizar, pihaknya lagi fokus mempersiapkan segala sesuatu guna persiapan mengikuti PON Aceh-Sumut. Mulai dari pembentukan Satgas Puslatda PON 2024, termasuk sinergitas dari seluruh cabang olahraga, baik itu cabor medali dan non medali atau unggulan non unggulan menghadapi PON 2024.

Olehnya,  ia berharap dukungan serta kepedulian semua pihak, mulai insan olahraga, masyarakat, termasuk para pemangku kepentingan, baik itu pemerintah daerah maupun swasta dalam upaya memajukan olahraga di Bumi Tadulako.

Apalagi Gubernur Rusdy Mastura telah menargetkan di PON Aceh-Sumut, patriot-patriot olahraga Sulteng dapat menyumbangkan 10 medali emas serta keluar dari zona papan bawah.

Mengutip ungkapan Gubernur,  olahraga bukan hanya mengejar prestasi semata,  namun ada pertaruhan harga diri, nama baik, kebanggaan serta harkat martabat daerah.  Provinsi Sulteng, Negeri Seribu Megalit  harus terus berkarya, raih dan wujudkan puncak prestasi olahraga daerah ini.

Nizar menyadari bahwa mengurus olahraga  ini tidak mendapatkan keuntungan, namun kita akan mulia di mata Allah SWT.

Ia  berharap, di tengah tengah fokus melakukan pembenahan serta konsolidasi organisasi. Termasuk akan menggelar  beberapa event olahraga  skala Nasional, sebaiknya tidak  dicecoki dengan hal-hal yang sifatnya masih asumsi atau tidak dilengkapi dengan data-data yang valid dan akurat.

“Kami tidak alergi atau apriori untuk dikritik,  pintu kami terbuka lebar, karena kritik itu penambah imun dan injeksi bagi kami dalam upaya memajukan olahraga di daerah ini.  Namun yang terpenting, kritikan itu didasari oleh data, bukan omon-omon yang dihembuskan oleh orang-orang yang tidak senang olahraga kita maju dan berkembang,” pungkasnya. *WAN