SULTENG RAYA – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II terus berupaya memberikan inovasi pembinaan yang bermutu kepada seluruh Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dengan menanamkan pendidikan moral sejak dini melalui penguatan nilai-nilai norma yang ada di masyarakat, Kamis (11/1/2024) pagi.

Bertempat di ruang Pendidikan, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Subseksi Pendidikan dan Bimbingan Kemasyarakatan, Henny serta turut didampingi dua orang stafnya Rizki Fandu dan Douglas.

Henny menilai moral merupakan ajaran tentang tingkah laku hidup manusia yang mendasar pada kesadaran, ia juga mengatakan dalam usia mereka saat ini perlu adanya bimbingan serta pendampingan agar menjadi karakter yang memiliki budi pekerti baik serta siap menjadi generasi emas yang berprestasi. “Tentu saja di usia saat ini, mereka akan sulit mengontrol emosinya, maka dari itu kami akan selalu membimbing dan memberikan pembinaan kepada seluruh ABH,” kata Henny.

Selain itu, dirinya mengatakan tujuan utama pendidikan moral adalah menghasilkan individu yang otonom yang memahami nilai-nilai moral dan memiliki komitmen untuk bertindak konsisten dengan nilai-nilai tersebut. “Kami pastikan seluruh ABH menerima pemahaman yang bisa mereka implementasikan di masyarakat nantinya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, salah seorang staf, Rizki Fandu memberikan penjelaskan mengenai norma-norma yang ada di masyarakat, antara lain Norma Kesusilaan, Norma Kesopanan, Norma Agama, dan Norma Hukum. Diberikannya pendidikan moral pada anak usia dini merupakan salah satu alternatif solusi penyelesaian untuk mengantisipasi kenakalan remaja, seks bebas, pornofgrafi, kekerasan, KKN.

Menurutnya, dengan menggunakan perangkat komputer, infocus dan sound system kegiatan berjalan lancar serta memberikan dukungan terhadap transformasi di era yang semakin canggih saat ini. “Norma menjadi acuan ataupun aturan dalam bertindak, maka dari itu pendidikan moral perlu ditanamkan dengan penanaman nilai-nilai norma yang berlaku di masyarakat,” jelas Fandu.

Kelas berlangsung aktif dengan adanya pemberian kuis ditengah-tengah materi, dan interaksi timbal balik tercipta antara petugas maupun para ABH.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh ABH dapat memahami, menganalisis, menjawab masalah-masalah yang dihadapi bangsa, dan dapat membangun kehidupan budi pekerti luhur dan moral bangsa secara berkesinambungan, sehingga cita-cita bangsa dan tujuan nasional bisa tercapai. */YAT