SULTENG RAYA – PT Asuransi Jiwa IFG atau fokus mengembangkan ekspansi bisnis di bidang asuransi jiwa dan kesehatan dengan meluncurkan produk asuransi untuk memproteksi diri dari penyakit kritis.

Direktur Bisnis IFG Life, Fabiola Noralita, mengatakan bahwa perseroan fokus melakukan pengembangan bisnis dengan menitikberatkan pada proteksi, khususnya proteksi jiwa dan kesehatan.

IFG Life melihat, masih minimnya kesadaran masyarakat dalam memproteksi diri dari risiko penyakit kritis. Padahal, pengobatan penyakit kritis memerlukan biaya yang tak sedikit. Tingginya biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat perlu ditopang oleh kesiapan finansial yang mencukupi, baik dari pasien maupun keluarga pasien.

Fabiola menyebutkan, sudah banyak contoh kasus bagaimana tingginya biaya untuk penanganan pasien penyakit kritis. Tidak sedikit keluarga pasien yang harus menjual aset-aset miliknya demi mendapatkan dana untuk membiayai pengobatan penyakit kritis.

Oleh karena itu, dia menegaskan betapa pentingnya masyarakat memiliki kesadaran kesehatan, menjaga tubuh tetap sehat, dan ikut asuransi dengan asuransi yang terjangkau dan terukur sebagai proteksi apabila di kemudian hari terkena risiko penyakit kritis.

“Mengingat tingginya biaya pengobatan penyakit kritis, penting sekali kita mempersiapkan produk perlindungan asuransi apabila terkena penyakit. Melihat pentingnya kebutuhan ini, IFG Life pun berupaya hadir meringankan beban masyarakat melalui produk asuransi IFG LifeCHANCE,” ujar Fabiola di sela-sela peluncuran produk LifeCHANCE by IFG Life di Jakarta, Jumat (19/1/2024).

Di sela-sela peluncuran produk IFG LifeCHANCE di Jakarta, perseroan pun menghadirkan acara Coffee Talk with Inspiring Story dengan menghadirkan Shahnaz Haque, selebritas yang juga merupakan cancer survivor, dan dr. Alexy O. Djohansjah dari Siloam Hospitals Village dan RS Bhayangkara Raden Said Sukanto.

IFG LifeCHANCE merupakan produk asuransi yang memberikan manfaat apabila tertanggung untuk pertama kalinya menderita atau terdiagnosis salah satu dari kondisi penyakit kritis. Kehadiran produk asuransi ini diharapkan menjadi solusi yang dapat membantu meringankan beban pasien dan keluarga saat terjadi risiko penyakit kritis.

“Dengan adanya IFG LifeCHANCE, nasabah pemegang polis dapat memperoleh dukungan finansial sebagaimana mestinya, sehingga pasien dan keluarga dapat lebih fokus pada pengobatan,” ujar Fabiola.

Sebagai informasi, IFG LifeCHANCE menanggung sekitar 23 – 69 jenis penyakit kritis, mulai dari penyakit jantung, kanker, stroke, kebutaan, hingga gagal ginjal. Dengan pilihan paket yang fleksibel, IFG LifeCHANCE memberikan keleluasaan bagi masyarakat.

“Bagi kami, kesehatan masyarakat merupakan hal utama. IFG LifeCHANCE menciptakan ketenangan dalam setiap kemungkinan di masa depan. Kami senang sekali dapat memberikan produk IFG LifeCHANCE yang dapat membantu meringankan beban masyarakat yang sedang berusaha melakukan pengobatan untuk kembali sehat,” tutupnya. RHT