RAYA- Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah () kembali memperluas jaringan kemitraan, kali ini dengan FKM Universitas Gorontalo ditandai dengan penandatanganan kedua belah pihak.

Penandatanganan  MoU itu dilangsungkan di Aula FKM Unismuh Palu, Jumat (5/1/2024), antara Dekan FKM Unismuh Palu  Nur Afni, S.KM., M.Kes, dan pihak FKM Universitas Gorontalo oleh Franning Deisi Badu, S.KM, M.Kes.

Wakil Dekan 1 FKM Unismuh Palu, Dr. Budiman, S.Pd., M.Kes, menjelaskan bahwa kemitraan yang dibangun kedua Fakultas Kesehatan Masyarakat itu berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. MoU yang ditandatangani oleh kedua pimpinan fakultas itu tidak berakhir di situ saja, melainkan langsung diimplementasikan sehari setelahnya, tepatnya Sabtu (6/1/2024) di  wilayah kerja Puskesmas Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten , Sulawesi Tengah.

“Kami langsung implementasikan dalam bentuk penelitian dan pengabdian masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Labuan Kabupaten Donggala, melibatkan S1 dan S2, baik mahasiswa dari FKM Unismuh Palu maupun mahasiswa dari FKM Universitas Gorontalo,”jelas Budiman, Senin (8/1/2024).

Kebetulan kata Budiman, FKM Universitas Gorontalo selain mengikutsertakan sejumlah dosennya juga terdapat 18 mahasiswa (semester 5), sehingga sangat memungkinkan dilakukan kolaborasi penelitian dan pengabdian. Gabungan dari dua fakultas menghasilkan lima tim, terdiri dari 83 mahasiswa dan 23 dosen, masing-masing tim terdapat dosen dan mahasiswa.

Setiap tim sebut Budiman, memiliki tema yang berbeda, seperti di SMP 1 Labuan melibatkan 50 mahasiswa dengan tema penyuluhan Napza dan Kespro, Posyandu Labuan Induk melibatkan 30 Lansia dengan tema penyuluhan Penyakit TBC dan Gula Darah (Diabetes Melitus) sekaligus dilakukan pemeriksaan, Posyandu Labuan Lelea melibatkan 50 Lansia dengan tema penyuluhan Epid Penyakit Menular dan Tidak Menular.

Berikutnya Posyandu 1 Labuan Panimba melibatkan 62 Orang dengan tema penyuluhan   dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan terakhir Posyandu 4 Labuan Panimba melibatkan 44 Orang dengan tema penyuluhan Stunting  dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan bagian dari pengabdian, sementara penelitian itu dilakukan dalam bentuk menyebarkan kuesioner kepada peserta sebelum dan sesudah penyuluhan guna melihat peningkatan pengetahuan peserta,”sebut Budiman.

Hasil dari kegiatan penelitian dan pengabdian itu kata Budiman akan keluar dalam bentuk jurnal dan HAKI. ENG