SULTENG RAYA- Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM)  Universitas Muhammadiyah () pembukaan pendaftaran untuk KKN angkatan 65 dengan fokus pada tema “Pariwisata”.

Pendaftaran itu telah dimulai sejak 15 Desember 2023 dan berlangsung hingga 5 Januari 2024. KKN Angkatan 65 ini akan ditempatkan di Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong selama dua bulan, dari 8 Januari hingga 7 Maret 2024.

Dalam program KKN kali ini, peserta akan difokuskan pada sejumlah spot pariwisata di Kecamatan Ampobabo. Tugas mereka melibatkan promosi spot-spot tersebut melalui akun media sosial pribadi, seperti TikTok dan .

Ketua LPPM Unismuh Palu Dr. Muliadi,  mengungkapkan bahwa beberapa spot pariwisata di kecamatan tersebut belum mendapatkan eksposur yang cukup. Oleh karena itu, partisipasi peserta KKN diharapkan dapat membantu dalam mengenalkan dan mempromosikan spot-spot tersebut melalui media sosial.

Dr. Muliadi menyampaikan harapannya bahwa melalui upaya promosi ini, informasi tentang keberadaan spot pariwisata akan tersebar luas, tidak hanya di Kabupaten Parigi Moutong tetapi juga mencakup masyarakat dari kabupaten, provinsi lain di Indonesia, bahkan mancanegara. Dengan demikian, diharapkan minat masyarakat untuk mengeksplorasi spot pariwisata tersebut akan meningkat.

Ketua LPPM Unismuh Palu juga menyebut dampak positif ekonomi yang dapat terjadi jika promosi ini berhasil. Menurutnya, hal ini dapat menggerakkan pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) di sekitar spot pariwisata dan berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Parigi Moutong. Upaya peserta KKN diharapkan menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan potensi pariwisata yang belum terekspos di wilayah tersebut.

Lebih lanjut kata Muliadi, sebelum peserta KKN itu diturunkan pada tanggal 8 Januari 2024, para peserta KKN akan mendapatkan pembekalan terlebih dahulu, baik dari segi pengetahuan tentang pariwisata lokal maupun keterampilan dalam menggunakan media sosial. Pelatihan ini akan melibatkan ahli pariwisata, praktisi media sosial, dan tokoh masyarakat setempat yang memiliki pengetahuan mendalam tentang potensi daerah tersebut.

“Harapan kami, para peserta KKN ini nantinya dapat menangkap keunikan dan daya tarik setiap spot pariwisata, kemudian menyajikannya dengan kreativitas melalui media sosial,”harap Muliadi, Selasa (2/1/2024).

Disisi lain, Muliadi juga mengingatkan agar peserta KKN tetap mengedepankan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal dalam setiap konten yang dibagikan. Hal ini bertujuan untuk menghindari homogenisasi dan mempertahankan keaslian dari setiap destinasi pariwisata.

Begitu juga katanya, dalam rangka meningkatkan dampak positif, peserta KKN diharapkan juga dapat memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah daerah terkait infrastruktur dan fasilitas pendukung pariwisata. Keterlibatan aktif peserta KKN dalam memberikan solusi dan rekomendasi dapat menjadi kontribusi berarti dalam pengembangan sektor pariwisata di wilayah tersebut. ENG