SULTENG RAYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia () Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan Road To PON XXI Aceh-Sumut 2024 bertajuk

Fun Run di Negeri Seribu Megalit,  Sabtu (23/12/2023).

Ketua , M. Nizar Rahmatu mengatakan kegiatan Road To PON XXI ini merupakan tindaklanjut dari harapan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang menginginkan agar semarak PON tidak hanya dirasakan tuan rumah Aceh- Sumut, tetapi gaungnya dirasakan di seluruh wilayah Indonesia.

Nizar mengatakan, pasca lauching Road To PON yang dilaksanakan KONI Pusat pada 17 September 2023 yang lalu, Sulteng merupakan Provinsi pertama yang yang melaksanakan kegiatan Road To PON 2024.

Menurut Nizar, pada PON 2024, Sulteng berhasil meloloskan sebanyak 209 Atlet dari 29 cabor yang ada, jumlah ini melonjak hingga 300 persen dari kontingen Sulteng pada PON sebelumnya yang dilaksanakan di Papua.

PON XX Papua, Sulteng hanya mengirim 60 Atlet, dan berhasil meraih 1 emas. Sementara pada PON Aceh-Sumut XXI berhasil meloloskan 209 Atlet dan menargetkan meraih minimal 10 emas.

“Ini merupakan baru di Sulteng, dengan mengirimkan Cabor terbanyak ke PON sejak keikutsertaan tahun 1961,” kata Nizar.

Kata Nizar, banyaknya atlet yang berhasil lolos ke PON kali ini, berkat kepedulian dan komitmen Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura yang sangat mendukung prestasi olahraga. Komitmen dan kepercayaan Gubernur Sulteng berupa dukungan fasilitas dan anggaran akan diganjar prestasi di PON XXI Aceh-Sumut 2024.

“Tenang saja pak gub, kami ada disini,” kata Nizar.

Asisten Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Yayan Rubaeni mengatakan PON dirancang untuk mempersatukan bangsa. Menurutnya,  olahraga harus tampil sebagai alat pemersatu bangsa.

“Kami dari pusat berharap kontribusi dari atlet daerah untuk Timnas. Hari ini,

tepat 260 hari menuju pembukaan PON. Mari para Atlet agar mengajak teman dan keluarga untuk selalu olahraga biar  kita selalu bugar,” katanya.

Ketua KONI Pusat, Marciano Norman mengatakan bahwa pelaksanaan Fun Run menunjukkan bahwa ada kepedulian dari Gubernur Sulteng yang telah meloloskan banyak atlet ke PON. Jika di PON Papua dengan 60 Atlet bisa dapat 1 emas, maka di PON Aceh-Sumut harusnya bisa dapat lebih.

“Ini PON pertama kali dilaksanakan di dua provinsi, pembukaan rencananya di Aceh dibuka oleh presiden dan penutupan di Sumut yang akan ditutup oleh wapres,” jelas Marciano Norman.

Pada kesempatan itu, Marciano juga berpesan kepada Atlet untuk mempersiapkan diri dengan baik menghadapi PON serta mempersiapkan diri untuk bersaing di timnas pada ajang-ajang Internasional.

Sementara itu, Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura menargetkan minimal 10 emas dan bisa mencapai hingga 15 emas di PON Aceh- Sumut. Hal itu dinilai realistis jika mengacu pada prestasi pada saat pelaksanaan BK PON.

“Waktu PON di timur (Papua) kita dapat 1 emas, nanti PON di wilayah barat (Aceh – Sumut) kita optimis  10 emas,” tegas Rusdy Mastura.

Cudy- sapaan Rusdy Mastura- juga menargetkan Sulteng bisa finis di 5 besar klasemen akhir PON.

Bapak Olahraga Sulteng ini mengatakan, Sulteng merupakan daerah yang kaya, maka prestasi olahraganya juga harus melejit seperti daerah-daerah lainnya.

Cudy berjanji akan memberikan fasilitas yang terbaik, karena daerah ini memiliki banyak industri besar dan nilai investasinya terbesar ketiga di Indonesia.

Pelaksanaan Fun Run Road To PON XXI Aceh-Sumut 2024 diikuti sekira 2.000 peserta dan dipusatkan di Jalan Moh. Hatta Taman GOR .

Kegiatan ini dihadiri Asisten Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Yayan Rubaeni, Ketua KONI Pusat, Marciano Norman, perwakilan Forkopimda Sulteng, Pengurus Cabor serta seluruh Atlet yang lolos ke PON XXI Aceh-Sumut. WAN