SULTENG RAYA Berdasarkan hasil riset Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama dengan LIPI dan BRIN, angka penyalahguna narkoba di Kota tahun 2023 berhasil di tekan, dari sebelumnya di tahun 2021 mencapai 3,3 persen dari jumlah penduduk yang ada, kini menurun sampai angka 2,4 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNN Kota Palu, AKBP. Dr. Baharuddin, M.Si dihadapan sejumlah media di Kantor BNN Kota Palu, Kamis (21/12/2023).

Jika melihat data Dukcapil Kota Palu, jumlah penduduk Kota Palu per 8 Februari 2023 tercatat mencapai 378.764 jiwa. Berarti angka penyalahguna narkoba di Kota Palu di tahun 2021 mencapai 12.499 sementara tahun ini turun hingga 9.090.  Artinya BNN Kota Palu mampu menekan sampai 3.409 jiwa.

Kata Baharuddin, ini tidak serta merta menurun begitu saja, namun itu adalah hasil kerja kolosal semua pihak, karena BNN sadar betul pekerjaan menurunkan prevalensi penyalahguna narkoba tidak mungkin berhasil tanpa dukungan semua komponen masyarakat.

Terutama dari peran pemerintah Kota Palu yang dinilai sangat luar biasa, Wali Kota Palu dan Wakil Wali Kota Palu begitu sangat mendukung program P4GN, baik itu lewat Dinas Sosial berupa pengantaran pasien ke Rehab Inap, Dinas Kesehatan berupa alat deteksi dini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Koperasi dan , dan Dinas Perempuan dan Anak, semua telah bergandengan tangan bersama-sama dengan satu visi menyelamatkan anak bangsa. Sehingga hasil kerja bersama itu sebutnya nampak di tahun 2023 turun drastis.

 “Semoga dukungan Pemerintah Kota Palu di tahun 2024 semakin meningkat dari tahun 2023, sehingga tingkat prevalensi penyalahguna narkoba juga semakin mampu kita turunkan,”harap Baharuddin.

Namun katanya, sekalipun saat ini mampu menekan tingkat penyalahguna narkoba di Kota Palu, tetapi penyalahguna baru tetap harus diwaspadai, karena para sindikat tidak pernah berhenti berinovasi untuk membuat narkotika jenis baru.

Contohnya adalah narkoba sintetis dikemas dalam bentuk cairan rokok sintetis atau vape liquid yang menyasar para perokok vape. “Untuk itu harus berhati-hati, jangan sampai tanpa sadar ternyata yang digunakan adalah cairan sintetis narkoba,”pesan Kaban.

Sekadar diketahui, di tahun 2019 Sulawesi Tengah sempat masuk sebagai provinsi penyalahguna narkoba terbanyak keempat secara nasional, dan Kota Palu menjadi daerah paling tinggi tingkat penyalahgunanya di Sulawesi Tengah.

Namun kata kaban, berkat kolaborasi semua komponen masyarakat serta dukungan dari pemerintah, secara bertahap tingkat penyalahguna itu mampu ditekan. ENG