SULTENG RAYA – , platform travel terdepan se-Asia Tenggara, meraih apresiasi untuk komitmen dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang kompetensi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai Mitra dengan Memberikan Dampak SDM Terbanyak Pertama kategori program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) dalam ajang Anugerah Diktiristek 2023 di Jakarta pekan lalu.

Penghargaan tersebut berhasil diraih berkat konsistensi Traveloka dalam memberikan kesempatan magang dan membina talenta digital melalui program MSIB Kampus Merdeka. Dengan memfasilitasi 238 siswa, Traveloka menjadi perusahaan yang memberikan kesempatan terbanyak untuk program MSIB. Terlebih lagi, Traveloka juga memberikan kesempatan kepada 50 lulusan peserta magang untuk menempuh pengalaman profesional tingkat lanjut di Traveloka.

Sektor ekonomi digital merupakan salah satu kunci pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Baru-baru ini, pemerintah meluncurkan Visi Indonesia Digital 2045 sebagai peta jalan menuju yang optimal. Salah satu pilar yang utama adalah pengembangan kualitas SDM digital yang optimal.

Mengutip data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, untuk mencapai lompatan PDB dengan penopang ekonomi digital pada 2030, Indonesia memerlukan tambahan 9 juta talenta digital terhitung sejak 2015 hingga 2030. Secara kasar, Indonesia membutuhkan tambahan sekitar 600.000 talenta digital baru setiap tahun. Namun, berdasarkan catatan kementerian Komunikasi dan Informasi, kemampuan Indonesia menghasilkan talenta digital baru saat ini masih di kisaran 100.000 hingga 200.000 talenta per tahun.

Co-Founder Traveloka, Albert, mengatakan, pihaknya merasa terhormat menerima penghargaan dari Kemendikbudristek atas komitmen kami untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang kompetensi digital.

“Kami melihat potensi ekonomi digital Indonesia sangat luar biasa. Laporan e-Conomy SEA 2023 memperkirakan ekonomi digital Indonesia akan mencapai Gross Merchandise Value (GMV) US$ 110 miliar (Rp 1,7 kuadriliun) pada 2025. Potensi pertumbuhan ini tentunya harus didukung dengan kualitas sumber daya manusia yang optimal. Traveloka sebagai platform travel berbasis teknologi berkomitmen untuk mengambil bagian dalam tugas besar meningkatkan kompetensi digital SDM Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Sulteng Raya, Kamis (21/12/2023).

Selain program MSIB, Traveloka juga merupakan salah satu Founding Partner untuk program Bangkit, program persiapan karir yang bertujuan menghasilkan talenta digital berkaliber tinggi untuk perusahaan teknologi dan rintisan Indonesia kelas dunia yang didukung penuh oleh Google, Traveloka, GoTo, dan Kemendikbudristek RI.

Melalui program Bangkit, Traveloka memberikan kontribusi yang signifikan, mulai dari kegiatan sukarela dan bimbingan, hingga sesi berbagi yang sangat menarik. Hingga akhir November 2023, Traveloka telah menyelesaikan total 78 sesi dari target 100 sesi mentoring dengan 23 orang kontributor.

Dalam upaya meningkatkan literasi digital di Indonesia, selain bermitra dengan Kemendikbudristek, Traveloka juga bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Program Literasi Digital untuk Ekosistem Pariwisata. Program ini menargetkan 100.000 peserta guna mendorong peningkatan literasi digital bagi , pelajar SMK/vokasi, pelaku desa wisata dan industri pariwisata.

Program literasi digital ini mencakup sosialisasi, kolaborasi hingga bimbingan teknis berupa serangkaian pelatihan digital marketing, hingga mengintegrasikan bisnis para peserta ke dalam Traveloka agar produknya dapat diakses oleh jutaan pengguna Traveloka.

Tak hanya itu, Traveloka juga bermitra dengan Global Tourism Council (GSTC) dan meluncurkan rangkaian sesi pelatihan mengenai pariwisata berkelanjutan bagi mitra perhotelan di Asia Tenggara. Salah satu manfaat utama dari pelatihan ini adalah kesempatan untuk mengikuti Ujian Kursus Pariwisata Berkelanjutan GSTC resmi dan setelah berhasil menyelesaikannya, menerima Sertifikat Profesional di bidang Pariwisata Berkelanjutan dari GSTC. Sertifikasi ini menunjukkan pengetahuan pribadi tentang standar dan praktik pariwisata berkelanjutan.

“Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus mendorong percepatan transformasi ekonomi digital di Indonesia. Melalui kemitraan Traveloka dengan berbagai pihak, kami semakin memahami pentingnya public private partnership terutama dalam meningkatkan kompetensi talenta digital. Kami berharap kemitraan semacam ini akan terus terjalin dengan berbagai pihak, terutama lembaga pemerintahan serta perusahaan swasta sehingga dapat mendorong percepatan transformasi digital di Indonesia,” tutup Albert.*/RHT