SULTENG RAYA – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II berkomitmen dalam mendukung Negeri Seribu Megalit yang menjadi ikon baru bagi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), hal tersebut dibuktikan dengan mengajak seluruh anak binaannya dalam mengenal lebih dekat budaya yang menjadi objek utama dari citra pariwisata Sulteng di masa depan, Selasa (5/12/2023) pagi.

Dalam momen tersebut, para anak binaan diajak untuk mengenal lebih dekat melalui pemutaran video, serta penjelasan yang disampaikan langsung oleh Kepala Subseksi Pendidikan dan Bimbingan Kemasyarakatan, Henny didampingi stafnya yang berlokasi di ruang Pendidikan LPKA Palu.

Ia menjelaskan, Megalit yang tersebar di dua kabupaten di Sulteng, antara lain Lembah Bada, Lembah Besoa dan Lembah Napu di Kabupaten Poso, Lembah Palu, Lembah Kulawi dan Lembah Lindu di Kabupaten . “Sebagai perkenalan awal, kami memberikan penjelasan terkait Megalit, sejarah Megalit yang ada di Sulteng, hingga dua kabupaten yang menjadi lokasi-lokasi tersebarnya Megalit,” ujar Henny.

Disela-sela kegiatan juga turut dihadirkan kuis-kuis menarik agar memotivasi seluruh anak binaan dalam mengenal lebih dekat akan budaya sejarah di Provinsi Sulteng. Kegiatan ini merupakan dukungan langsung yang dikemukakan oleh Kepala LPKA Palu, Revanda Bangun kepada seluruh jajarannya hingga para anak binaan yang merupakan generasi penerus bangsa.

“Mari kita dukung pencanangan Sulteng menjadi Negeri Seribu Megalit, hal ini merupakan aset budaya yang kita punya, tentunya ini juga akan menjadi destinasi pariwisata yang mengangkat daerah ini menjadi lebih maju,” kata Revanda.

Lebih lanjut, ia berharap agar seluruh anak binaan dapat menjadi generasi yang paham akan nilai-nilai budaya khususnya di daerah Provinsi Sulteng. “Menjadi putra daerah, sudah sepatunya kalian paham akan budaya, serta siap dalam mendukung program yang menjadi pencanangan seluruh perangkat daerah. Jadilah generasi yang cerdas akan budaya dan paham dalam melestarikannya,” harapnya.

Salah seorang anak binaan, RH mengaku senang akan pembelajaran hari ini. Dirinya bangga menjadi putra daerah Provinsi Sulteng yang memiliki ragam budaya unik dan harus dilestarikan. “Saya siap menjadi generasi yang cerdas akan budaya daerah, terima kasih LPKA Palu yang terus memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi kami semua,” ujar RH.

Kedepannya LPKA Palu akan mengajak para anak binaannya dalam hal pemenuhan Hak Rekreasional dan Pendikan, yakni berkunjung ke Museum Provinsi Sulteng. */YAT