SULTENG RAYA – Rektor Universitas Muhammadiyah () , Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM, menyerukan kepada seluruh civitas akademika, termasuk dosen, staf, dan , untuk menjauhi pembicaraan dan isu politik dalam lingkungan kampus.

Menghadapi masa kampanye politik menjelang pemilihan presiden dan anggota dewan perwakilan rakyat, Prof. Rajindra menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan akademis yang steril dari pengaruh politik. Menurutnya, fokus utama kampus haruslah pada pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan.

“Dalam suasana kampanye politik ini, kita perlu menjaga agar kampus tetap sebagai lingkungan akademis yang netral. Hal-hal yang berbau politik sebaiknya tidak dibawa ke dalam kampus,” kata Prof. Rajindra, Ahad (17/12/2023).

Prof. Rajindra menegaskan bahwa keberhasilan institusi pendidikan terletak pada kesatuan dan fokus pada tujuan akademis. Imbauan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan Unismuh Palu sebagai pusat pendidikan yang berkualitas dan terbebas dari gesekan politik eksternal.

Prof. Rajindra juga mengajak semua pihak untuk mendukung pembelajaran dan penelitian di kampus tanpa terpengaruh oleh dinamika politik yang sedang berlangsung di luar lingkungan akademis.

Untuk memastikan netralitas kampus terjaga dengan baik, Prof Rajindra juga mengingatkan dosen dan pegawai kampus untuk tidak menggunakan sumber daya dan fasilitas kampus untuk kepentingan politik praktis. Ia menekankan bahwa ruang lingkup politik harus terbatas pada arena politik yang sesuai.

Sementara itu, mahasiswa Unismuh Palu juga diimbau untuk menjadi mahasiswa yang cerdas dan kritis dalam menganalisis informasi politik yang diterima. Prof. Rajindra mendorong mereka untuk aktif dalam diskusi dan debat terkait isu-isu politik, tetapi tetap menjaga sikap netralitas saat berada di kampus.

Rektor juga menekankan pentingnya pendidikan politik bagi mahasiswa, sehingga mereka dapat memahami proses demokrasi dengan baik. Dia berharap bahwa mahasiswa Unismuh Palu akan menjadi generasi yang berperan aktif dalam membangun masyarakat demokratis yang adil dan beradab.

Kata Prof. Rajindra menjaga netralitas kampus adalah tanggung jawab bersama seluruh civitas academika Unismuh Palu. Dengan mengikuti prinsip ini, kampus dapat tetap menjadi tempat yang aman dan mendukung perkembangan ilmu pengetahuan tanpa terpengaruh oleh politik praktis eksternal. “Sebagai kampus yang berkomitmen pada etika akademik dan moral, Unismuh Palu siap memberikan contoh yang baik dalam menjaga netralitas di tengah riuhnya pesta demokrasi 2024,”sebutnya lagi. ENG