SUTLENG RAYA – Wali Kota , Hadianto Rasyid, secara resmi menyerahkan 29 unit kendaraan operasional kepada Tim Patroli Bermotor (Patmor) Kota Palu di halaman Kantor Wali Kota Palu, Kamis (14/12/2023).
Sebanyak 25 kendaraan roda dua berjenis trail diberikan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu dan empat unit scooter untuk Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu.
“Dengan adanya penambahan kendaraan operasional ini, saya harap Tim Patmor Kota Palu dapat melakukan pengawasan semakin baik kedepannya,” harap Wali Kota Hadianto.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Hadianto mengapresiasi kerja-kerja Tim Patmor, karena belakangan sudah menunjukkan hasilnya. Seperti, truk-truk pengangkut material sudah menggunakan terpal, minimnya kendaraan parkir di atas trotoar dan lainnya.
“Sejauh ini, masalah parkir di atas trotoar, kalau saya bilang, alhamdulillah cukup besar kemajuannya. Orang yang parkir di atas trotoar itu, biasanya orang yang datang dari luar,” katanya.
Namun demikian, ia meminta kepada para Tim Patmor agar tetap intensif mensosialisasikan kepada pengguna truk pengangkut material agar memperhatikan pemasangan terpal lebih baik.
Ia juga memerintahkan agar OPD terkait dapat mengatur 20 personel Patmor turun tiap harinya melakukan pengawasan di Kota Palu.
“Unit inikan untuk pengawalan, tidak usah saya dikawal. Lebih baik komiu (kamu, red) fokus kawal kota ini. Saya minta tadi itu 2024 tambah jadi 20,” katanya.
Penambahan jumlah tersebut dilakukan, kata dia, agar pengawasan dapat bekerja secara optimal, sekaligus membangun komunikasi baik dengan pihak kepolisian agar membantu ikut mengawasi.
“Kerja keraslah kita. Rutin lihat jalur, pada waktu ramai itu jam berapa. Seperti SPBU, mana jalan yang tidak boleh orang parkir itu dipantau. Supaya jangan sampai terjadi kemacetan. Pastikan juga jalur-jalur yang jadi keluhan masyarakat terhadap truk-truk pengangkut material, itu sering dipantau. Saya ingin komiu maju dan berkembang dengan baik,” pesannya.
PARKIR LIAR JUGA DIPANTAU
Selain itu, Wali Kota Hadianto menekankan agar Patmor juga tetap memantau masalah parkir liar.
“Jangan sampai Tim Patmor tidak peduli karena sudah ada petugasnya. Semua jajaran Pemerintah Kota Palu harus bekerja keras, supaya potensi penerimaan daerah optimal bisa masuk ke kas daerah,” katanya.
Penerimaan daerah yang optimal, kata dia, tentunya berpengaruh pada dalam menaikkan kesejahteraan pegawai. Sambil mendorong percepatan pembangunan.
“Ke depan tidak ada pegawai kita yang gajinya di bawah Rp1 juta, minimal Rp1 juta semua. Hal ini kenapa? Alhamdulillah dari parkir dan potensi pendapatan lainnya kita naik. Nah ini yang kita dorong supaya kita lebih bagus,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan, semua jajaran Pemerintah Kota Palu adalah satu tim. Olehnya harus bersama-sama menjaga dan mengurus kotanya.
“Kalau tidak bersama-sama, itu susah. Baku harap kita, tidak bisa. Olehnya saya minta komiu bekerjasama,” tuturnya. HGA