SULTENG RAYA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial () Kesehatan Cabang mencatat 3.144.209 warga Provinsi Sulawesi Tengah telah terlindungi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per 1 Desember 2023.

“Presentasinya sudah mencapai 100,66 persen, dari jumlah penduduk Sulteng 3.123.662 jiwa,” kata Kepala Cabang Palu H S Rumondang Pakpahan, Jumat (8/11/2023).

Artinya, kata dia, cakupan kepesertaan JKN-KIS di Sulteng melebihi jumlah penduduk yang dikarenakan adanya mutasi penduduk dari luar Sulteng karena pindah tugas/PNS/ASN/.

Ia menjelaskan, cakupan kepesertaan itu sudah sangat baik di 13 kabupaten/kota di Sulteng. Karenanya, pihaknya terus mengakselerasi BPJS Kesehatan guna meningkatkan literasi masyarakat terhadap program itu.

Disisi lain, BPJS Kesehatan masih memiliki berbagai tantangan, hingga saat ini sekitar 165.880 jiwa atau lima persen peserta JKN menunggak iuran, kemudian peserta mutasi/nonaktif 418.324 jiwa dengan presentasi 13 persen.

Peserta menunggak, katanya, telah disediakan layanan pembayaran secara bertahap atau mencicil melalui Program Rencana Pembayaran Iuran Bertahap (Rehap) bagi peserta segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP).

“Kebijakan ini untuk memberi kesempatan dan kemudahan kepada masyarakat melunasi tunggakan,” ucap Rumondang.

Bagi peserta dengan tunggakan dua tahun ke atas, BPJS Kesehatan hanya menghitung tunggakan 24 bulan, olehnya dengan kebijakan ini diharapkan masyarakat lebih antusias menyelesaikan tunggakan tagihan.

 “Total peserta aktif saat ini 2.560.005 jiwa atau 81,96 persen. Pembayaran iuran BPJS Kesehatan maksimal tanggal 10 bulan berjalan,” ujarnya. 

Peserta JKN telah dipermudah memperoleh informasi, cukup menggunakan Aplikasi JKN Mobile masyarakat sudah bisa mengakses berbagai pelayanan, termasuk sebagai sarana untuk konsultasi seputar manfaat program tanpa harus datang ke Kantor BPJS. HJ