SULTENG RAYA – Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulawesi Tengah menggelar resepsi Milad ke-111 Muhammadiyah tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, di Gedung Banua Kaili (GBK) H. Rusdy Toana kompleks Universitas Muhammadiyah () , Sabtu (2/12/2023).

Pada kesempatan itu, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad yang hadir langsung menyampaikan tausyiah Milad, menyampaikan sejumlah pesan kepada Muhammadiyah Sulteng.

Salah satunya, Muhammadiyah Sulteng diminta untuk memperkuat basis Pimpinan Ranting (PR). Menurutnya, Pimpinan Ranting merupakan ujung tombak gerakan dakwah Muhammadiyah yang bergerak di kalangan akar rumput.

“Kita harapkan, jumlah Pimpinan Ranting Muhammadiyah di Sulteng dapat diperbanyak, dan dipermudah syarat-syarat pendiriannya. Sehingga, seluruh desa di Sulteng memiliki Pimpinan Ranting Muhammadiyah,” kata Dadang.

Ia juga mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk selalu bersyukur atas segala pencapaian yang telah diraih oleh Muhammadiyah di usia lebih dari seabad.

“Selama orang Muhammadiyah bersyukur atas segala yang capaian yang diberikan oleh Allah SWT, maka selama itu, Insyaallah, akan diberikan panjang usia bagi persyarikatan Muhammadiyah,” ujar Dadang.

Prof. Dadang Kahmad mengingatkan kepada seluruh pengurus Majelis dan Lembaga Muhammadiyah se-Sulteng, terkait 8 program prioritas Muhammadiyah 2022-2027 yang telah disepakati pada forum Muktamar ke-48.

Kedelapan program prioritas tersebut yakni peneguhan paham Islam dan ideologi Muhammadiyah, penguatan dan penyebarluasan paham Islam berkemajuan, memperkuat dan memperluas basis umat di akar rumput, mengembangkan amal usaha unggulan dan gerakan ekonomi Muhammadiyah, mengintensifkan dan memperluas dakwah di kalangan generasi (Y), Z, dan alpha, reformasi kaderisasi dan pendiasporaan kader Muhammadiyah, reformasi organisasi dan , serta memperluas dan melembagakan internasionalisasi Muhammadiyah.

“Delapan program hasil Muktamar ini harus jadi prioritas hingga ke daerah,” tekannya.

Terkait penguatan ideologi Muhammadiyah, Prof Dadang menegaskan hal itu wajib diprogramkan di seluruh tingkatan, sehingga seluruh pimpinan dan kader Muhammadiyah dapat mengetahui dan memahami dengan jelas ideologi serta gerakan dakwah Muhammadiyah.

Sementara terkait penguatan dan penyebarluasan risalah Islam Berkemajuan, Prof Dadang meminta agar disosialisasikan lima karakteristik Islam Berkemajuan sebagaimana yang dipahami oleh Muhammadiyah.

Yakni berlandaskan Tauhid, berpedoman pada Al-Qur'an dan Sunnah, melembagakan amal saleh yang fungsional dan solutif, menghidupkan ijtihad dan tajdid, bersifat washatiah atau moderasi, dan mewujudkan rahmat bagi seluruh alam.

Sementara itu, Ketua PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah, Muh. Amin Parakkasi menyebutkan peringatan Milad ke-111 Muhammadiyah menjadi momen bagi seluruh unsur di Muhammadiyah untuk bermuhasabah.

Amin mengingatkan pentingnya mengevaluasi atau introspeksi berbagai hal yang telah dicapai dan dilaksanakan selama setahun belakangan, lalu mencanangkan langkah maju untuk waktu-waktu selanjutnya.

“Sepatutnya kita bersyukur kepada Allah SWT, setelah dihadapkan berbagai hal dalam setahun terakhir. Mari kita bersama-sama berikhtiar, untuk terus lurus mengawal dan menggerakkan persyarikatan, Muhammadiyah,” pungkas Amin.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Rektor Unismuh Palu, prof. Dr. H. Rajindra menyampaikan bahwa Resepsi Milad ke-111 Muhammadiyah tingkat Provinsi Sulteng ini dihadiri ribuan warga persyarikatan Muhammadiyah, mulai dari unsur pimpinan, anggota, perwakilan organisasi otonom (ortom), hingga simpatisan Muhammadiyah Sulteng.

Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Majelis dan Lembaga Muhammadiyah Sulteng, yang dihadiri perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Provinsi Sulteng. * ENG