SULTENG RAYA – Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setda Banggai, Hj. Nurjalal menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI bersama Komisi VIII RI, di Grande Function Hall Kraton Luwuk, Kabupaten Banggai, Ahad (26/11/2023).

Dalam sambutannya Asisten I mengatakan, selamat datang kepada Matindas J.Rumambi bersama rombongan di daerah ini. Bahwa Kabupaten Banggai terletak di pisisir pantai jazirah timur pulau Sulawesi yang menjadi simpul pengembangan. Karena berhadapan langsung dengan perairan laut yang kaya potensi yaitu teluk Tomini, laut Maluku dan teluk Tolo dan berperan sebagai pusat kegiatan regional menjadi pintu masuk utama bagi perdagangan distribusi logistik dan mobilitas orang di kawasan timur Sulawesi, serta berada dalam jalur lalu lintas penerbangan udara maupun jalur pelayaran laut dan darat. “Luas wilayah ini 9,672,70 Kilo Meter kwadrat, secara administratif terbagi dalam 24 kecamatan, 291 desa dan 46 kelurahan,” kata Nurdjalal.

Berdasarkan hasil sensus penduduk katanya, jumlah penduduk Kabupaten Banggai mencapai 371.322 jiwa, dengan komposisi masyarakat yang plural disertai semangat gotong royong dan kerukunan hidup umat beragama yang berjalan harmonis, komunikasi, koordinasi dan kerjasama yang baik antara jajaran eksekutif, legislatif dan yudikatif atau trias politika dengan seluruh stakeholder, dunia usaha dan semua elemen masyarakat berjalan selaras, serasi dan seimbang.

“Kondusivitas seperti inilah yang mendorong kemajuan di berbagai sektor pembangunan di daerah ini dan kondisi secara makro perekonomian saat ini memang sangat baik. Hal itu menunjukkan bahwa daerah ini, memiliki potensi yang sangat menjanjikan pendapatan regional utama berasal dari sektor pertanian, perkebunan, industri pengolahan, pertambangan, penggalian serta konstruksi,” tuturnya.

Melalui konsep pembangunan yang pro rakyat yang dicantumkan pada rencana pembangunan lanjutnya, tentu saja dengan mempertimbangkan dan memperhatikan kinerja penyelenggara pemerintahan daerah, maka tantangan yang dihadapi serta isu-isu strategis, baik skala lokal, regional, nasional maupun isu global, maka dirumuskan visi pembangunan jangka menengah tahun 2021-2026 yaitu, Terwujutnya Banggai Maju, dan Sejahtera Berbasis Kearifan Lokal yang diterapkan dalam enam misi pembangunan.

“Penyaluran Bansos ini tentu saja dilakukan secara transparan, demokratis dan akuntabel, sehingga penyaluran mudah dipantau serta dievaluasi untuk mengurangi penyimpangan penyaluran bantuan penanganan inflasi daerah,” ujarnya.

Kita ketahui bersama lanjutnya, Bansos ini memiliki hak dan kewajiban serta berhak untuk mendapat perhatian dan penghormatan tanpa membedakan suku, agama maupun ras, saudara-saudara. Penerima bantuan bukanlah orang yang mengharapkan dikasihani, tetapi mereka butuh diberikan kesempatan untuk dapat menunjukkan kualitas dan kapasitas diri mereka yang sebenarnya.

“Olehnya itu dengan Bansos ini, mampu mengakomodir keinginan dan kebutuhan para penerima bantuan, sehingga kehidupan para penerima bantuan bisa lebih bermakna, berarti, berkualitas, mandiri dan tentunya lebih membahagiakan,” jelasnya. */MAN