SULTENG RAYA – Bupati Banggai, H. Amirudin Tamoreka membuka secara resmi sosialisasi metode swakelola dalam pelaksanaan anggaran kecamatan Kabupaten Banggai, yang diselenggarakan oleh bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Kabupaten Banggai, di salah satu hotel di Kota Luwuk, Jumat (24/11/2023).

Kegiatan yang mengusung tema, Optimalisasi Pelaksanaan Swakelola Dalam Mendukung Implementasi Pelimpahan Sebagian Kewenangan Bupati Kepada Camat, itu dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Banggai H. Furqanuddin Masulili, Fungsional Ahli Utama Madya, para Staf Ahli, Asisten, Staf Khusus, pimpinan OPD, para Narasumber, para Kabag Setda Banggai, para Camat dan Sekcam se-Kabupaten Banggai, para Lurah, para Kasubag dan Kasi Perencanaan.

Dalam sambutannya Bupati Banggai mengatakan, dalam menjalankan roda pemerintahan Bupati memberikan kewenangannya kepada pejabat di Kecamatan dan di Provinsi Sulteng baru Kabupaten Banggai yang melaksanakan seperti ini. Karena kita adalah abdi negara bagaimana kita bisa memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Banggai, karena tidak mungkin kita akan bisa menghandlenya semua.

“Kepada bagian PBJ yang sudah melaksanakan program perpanjangan tangan pelimpahan kewenangan Bupati ini, agar berjalan sebagaimana yang kita harapkan, utamanya jangan sampai berlawanan dengan aturan dan bagaimana caranya agar tidak melanggar aturan, maka perlu dilakukan sosialisasi metode swakelola ini,” kata Bupati.

Ia berharap, dengan sosialisasi swakelola yang dilaksanakan ini tidak ada lagi yang namanya pengangguran, miskin ekstrim, . Jadi kepada seluruh Camat dan Lurah untuk mengikuti sosialisasi ini dengan baik, sehingga tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan. Karena untuk Kecamatan tahun depan mungkin Rp5 Miliar dan mudah-mudahan ini berhasil.

“Insya Allah tahun 2025 kita akan tambah lagi lebih dari Rp5 Miliar, begitu juga dengan Kelurahan cukup naik kalau kita bandingkan dengan daerah lain, karena kelurahan naik cukup signifikan, dan itu semua adalah bagian dari kerja-kerja kita semua. Insya Allah tahun 2024 kita akan mendapatkan yang cukup besar, karena pembuatan kilang migas, mudah-mudahan dari Rp3,2 Triliun tahun ini, semoga di tahun 2025 kita bisa naik menjadi 4 atau Rp5 Triliun,” terang Bupati. */MAN