Kokok ayam membuka aktivitas pagi itu, Sabtu 25 November 2023, mentari pagi baru saja menampakkan horizon merah jingga nan indah dari ufuk timur bukit-bukit Kota Palu.

RAHMAT KURNIAWAN/SULTENG RAYA

Namun, keindahan pemandangan itu nampak tak berarti bagi para pedagang di Pasar Masomba Kota Palu, mereka hanya sibuk menata dagangannya diatas alas karung dan papan.

Ada juga yang ‘berkeliaran' dengan gerobaknya, didorong kesana-kesini mencari tempat singgah untuk melapak, pluit tukang parkir pun tak kalah nyaringnya dengan suara penjual ikan di gang kecil masuk ke dalam pasar.

Aktivitas tersebut menjadi rutinitas setiap pedagang kecil di lokasi itu, sembari menunggu pembeli pertama datang, dan uang pembeli pertama itu disimpan rapat-rapat dalam dompet. Konon kata pedagang disini, dagangan akan laris kalau uang masuk pertama tidak di sentuh atau dikeluarkan.

Setiap calon pembeli lewat, ina-ina (ibu-ibu, red) nampak cekatan menawarkan dagangannya, “rica rica, tomat tomat, lima ribu satu cangko le..” begitu kira-kira suara yang sering pengujung dengar jika melewati lapak Marwati (52), salah seorang pedagang rempah disitu. Ia dengan suara seraknya mencoba memikat pembeli.

Aktivitas yang padat di Pasar Masomba itu juga, yang melatarbelakangi untuk menjalankan program mereka “dagang mudah, belanja murah”. Sejak pagi, puluhan insan sudah wara-wiri bercengkrama dengan pengunjung dan pedagang.

Ya, kehadiran BRI Palu di Pasar Masomba menjalankan program itu, sangat simetris dengan tujuan kegiatan, yakni menyasar kalangan bawah atau “akar rumput” untuk meningkatkan pembukaan rekening, dan mendorong dengan memasyarakatkan pembayaran chashless atau non tunai pada transaksi niaga Pasar Masomba. Giat serupa di momentum yang sama, dilakukan juga di Pasar Manonda, Kota Palu.

Sepanjang hari, BRI Palu dengan tenaga marketingnya intens mensosialisasikan produk-produk milik BRI seperti Super Apps , NewPasar.Id, dan BRI.

BRI Palu juga membuat booth yang dapat dikunjungi langsung untuk sekadar bertanya dan mencoba tantangan agar mendapatkan lucky draw yang ditawarkan BRI Unit Masomba, pengunjung juga bisa melakukan cek kesehatan secara cuma-cuma.

Pada kesempatan itu, BRI Palu memberikan gimmick untuk menarik pengunjung dan pedagang mengunjungi booth, siapa yang melakukan pembukaan rekening dengan saldo minimal Rp250.000 akan langsung mendapatkan paket sembako.

Dan terbukti efektif, promo itu disambut antusias, banyak yang melakukan pembukaan rekening saat itu. BRI Palu juga menawarkan kepada nasabahnya yang melakukan top up minimal Rp5 juta di momen itu, berhak mendapat satu tiket undian berhadiah grand prize mewah periode Oktober-Desember 2023.

Branch Office Head (BOH) BRI Palu, Budy Prastiyanto yang ikut terlibat dalam kegiatan itu, mengatakan, orientasi giat “dagang mudah, belanja murah” antara lain sebagai akselerasi pertumbuhan simpanan mikro melalui penguasaan ekosistem pasar seperti pembukaan rekening baru bagi masyarakat.

Selain itu, bertujuan juga pada retensi saldo, serta penguasaan transaksi ekosistem pasar demi meningkatkan engagement unit kerja terhadap ekosistem pasar.

“Ini juga untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, baik yang sudah menjadi nasabah maupun yang belum menjadi nasabah, memperkenalkan aplikasi-aplikasi milik BRI seperti NewPasar.id, mengedukasi masyarakat agar mau berbelanja secara digital melalui QRIS BRI lewat BRImo sehingga mereka tidak lagi bergantung pada tunai, pedagang dan pembeli tidak perlu transaksi mengembalikan uang atau memberikan uang lebih,” katanya.

Menurutnya, beberapa tahun terkahir, BRI terus berupaya melakukan akselerasi terhadap penggunaan layanan digital demi memudahkan nasabah melakukan transaksi kapanpun dan dimanapun. Kata dia, dengan upaya tersebut, transaksi digital di wilayah kerja BRI Palu semakin meningkat dari hari ke hari.

“Kita cukup konsen mengenalkan BRImo ke nasabah Simpedes, BRItama, dan masyarakat luas. Dan alhamdulillah, secara transaksi makin meningkat. Harapannya lebih banyak lagi transaksi-transaksi digital,” ungkapnya.

“Memang tantangannya ada ya, tidak mudah mengedukasi masyarakat beralih ke transaksi digital, apalagi nasabah BRI mendominasi nasabah mikro. Namun kita tidak putus asa bahwa kita akan terus melakukannya, dengan tenaga marketing kita yang cukup banyak, kita menyampaikan ke nasabah-nasabah kita bahwa banyak manfaat yang didapat menggunakan transaksi digital,” ujarnya menambahkan.

Tak lupa juga, Budi mengingatkan kepada nasabah tetap waspada terhadap mengatasnamakan BRI yang sedang marak di jagat maya yang menimpa hampir semua industri jasa keuangan.

Ia membeberkan kiatnya agar tidak mudah tertipu. Jangan memberikan informasi secara mudah kepada orang lain karena akan berdampak pada peretasan layanan aplikasi BRI.

“Kami mengimbau untuk lebih berhati-hati melakukan transaksi, jangan mudah meng-klik aplikasi yang tidak dikenal. Jika sudah terlanjur segera hubungi BRI terdekat. Jangan memberikan kode OTP, data-data pribadi, nama ibu kandung, dan lainnya, karena itu akan membahayakan pengguna. Pada dasarnya BRImo sendiri sangat aman, ketika kita menggunakan dengan bijak,” tutupnya.

Kinerja Bisnis Segmen Mikro Melesat

Sementara itu, Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, mengatakan, kinerja kredit segmen mikro BRI tercatat semakin baik. Adapun salah satu pendorong pertumbuhan kredit per kuartal III-2023 karena terdorong produk komersial Kupedes.

“Bicara produk kredit UMKM sesungguhnya tidak hanya sekadar bicara kredit bersubsidi. Sampai dengan September 2023, pertumbuhan Kupedes tercatat 57,5 persen. Benar adanya bahwa di dalam riset BRI menyatakan nasabah pelaku usaha itu tidak sensitif terhadap suku bunga,” katanya.

Adapun kredit segmen mikro BRI (bank only) hingga kuartal III-2023 mencapai Rp479,9 triliun. Jumlah tersebut bertumbuh sekitar 10,9 persen years-on-years (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp432,6 triliun. Dari total kredit mikro pada kuartal III-2023 tersebut, nilai Kupedes BRI mencapai Rp201,4 triliun.

Porsinya hampir mencapai 42 persen dari total portofolio kredit mikro BRI, sedangkan sisanya produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan BRIguna.  Kemudian pada periode tersebut komposisi pencairan kredit berdasarkan produk juga didominasi Kupedes dengan porsi hingga 60,1 persen.

Supari menambahkan, untuk bank yang fokusnya di UMKM dengan 83 persen portofolionya di UMKM, BRI berhasil menerapkan prinsip-prinsip risk management dengan baik dalam menyalurkan kredit. Hal ini tercermin dari non performing loan BRI yang tercatat 3,14 persen (bank only), sedangkan untuk segmen mikro NPL pada kuartal III-2023 tercatat 2,41 persen.

Super Apps Brimo Tembus 30 Juta Pengguna

Dirut BRI, Sunarso mengatakan, capaian super app BRImo, aplikasi serba bisa ini telah digunakan 30,4 juta user hanya dalam waktu kurang dari 4 tahun sejak diluncurkan pada Februari 2019 lalu.

Kata dia, Perseroan terus berinovasi dalam menjalankan transformasi digital. BRI telah berhasil mentransformasi proses bisnis secara digital, selain bertujuan untuk meningkatkan efisiensi namun juga agar lebih responsif dalam memenuhi kebutuhan nasabah.

“Saat ini (Hingga Oktober 2023) super app BRImo telah digunakan oleh 30,4 juta user, angka tersebut meningkat pesat dari 2,9 juta pada akhir Desember 2019. Ini merupakan salah satu hasil transformasi yang dilakukan BRI,” kata Sunarso.

Hingga Oktober 2023, super app tersebut mencatatkan jumlah transaksi mencapai 2,46 miliar kali transaksi atau bertumbuh sekitar 73,88 persen yoy. Adapun untuk nominal transaksi mencapai Rp3.353 triliun atau bertumbuh sekitar 60,83 persen yoy.

Super app BRImo terus melakukan inovasi agar dapat memenuhi kebutuhan pengguna dari beragam segmen, mulai dari penambahan fitur untuk , pembelian tiket kereta cepat Whoosh, voucher games dan streaming yang memenuhi kebutuhan lifestyle, hingga fitur pendaftaran merchant.

Terlebih lagi, pada 17 November 2023, super app BRImo juga semakin lengkap dengan menghadirkan QRIS antar negara (cross-border) yang dapat ditransaksikan oleh pengguna saat berbelanja di Singapura.

Pengembangan secara terus menerus yang dilakukan BRI terhadap super apps nya tersebut menjadikan layanan BRImo semakin lengkap. Dengan lebih dari 100 fitur yang disematkan semakin memberikan kemudahan dan menjawab beragam kebutuhan transaksi nasabah.

Selain memiliki fitur yang lengkap, saat ini super apps BRImo juga menjadi aplikasi mobile banking dengan rating terbaik dibandingkan aplikasi mobile banking lain di Indonesia.

Data tersebut diperoleh berdasarkan jumlah pengunduh pengguna Android (Playstore) dan IOS (AppStore). Tercatat, para pengguna Android memberikan rating 4,5 dengan total 1 juta review, sementara pengguna IOS memberikan rating 4,7 dengan total 129 ribu review. Hal tersebut menunjukkan kepuasan para pengguna BRImo terhadap aplikasi tersebut.

Transformasi proses bisnis melalui yang dilakukan BRI pun dapat mengurangi operational risk dan operational cost. Sunarso menambahkan bahwa melalui digitalisasi, BRI pun dituntut harus terus mampu meng-create value baru melalui penciptaan model bisnis baru.

“Ada periode yang memang kami harus mentransformasi bank ini supaya fundamentalnya baik, supaya fundamentalnya kuat. Dengan demikian pertumbuhannya dapat sustain,” ucap Dirut Sunarso. ***