SULTENG RAYA – Gubernur Sulteng Rusdy Mastura diwakili Sekprov Dra. Novalina, M.M mengapresiasi pelatihan bertema “Menuju Go ” yang diselenggarakan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sulteng di Hotel Rama, Senin (27/11/2023).

Sekprov melihat peluang bisnis digital sangat menjanjikan dewasa ini, karena tak lepas dari perubahan perilaku konsumen yang lebih banyak belanja online.

“Perilaku konsumen sekarang banyak yang mager (malas gerak) sehingga peluang ini harus diambil,” katanya.

Sekprov Novalina mengatakan, pemerintah provinsi sudah menyediakan e-katalog lokal untuk meningkatkan pelibatan pelaku usaha daerah dalam pengadaan barang jasa pemerintah daerah, tapi sayangnya hal ini belum termanfaatkan dengan baik.

“e-katalog kita masih terbatas isinya padahal banyak produk lokal (Sulteng) yang bisa didorong masuk, bukan hanya (produk) makan minum,” urainya.

Karena itu, Sekprov  berharap kegiatan ini dapat memantik inovasi pelaku untuk mengembangkan pemasaran dan jaringan usaha yang lebih kompetitif.

“Saya yakin (pelaku UMKM) bisa naik kelas, go digital dengan memanfaatkan teknologi informasi,” ujarnya menyebut kata kunci sukses berbisnis di era digital.

Selain itu, ia berharap pula dapat membantu pelaku usaha untuk mengetahui kiat-kiat membuat konsumen tertarik dengan produk yang ditawarkan dan bagaimana mengelola bisnis dengan prinsip-prinsip keuangan yang profesional.

“Olehnya kesempatan mengikuti pelatihan ini ibarat buat kemajuan usaha kita,” lanjut sekprov menambahkan.

Sementara dari laporan Kepala Bidang dan Pengembangan Usaha Kecil, Irfan, S.H., M.Si selama 3 hari pelatihan, sebanyak 175 peserta akan dibimbing sesuai kelas keterampilan yang diambilnya.

Adapun jenis pelatihan yang disediakan terdiri dari bimtek e-katalog lokal, bimtek penumbuhan wirausaha pemula dan keuangan UMKM.

Untuk narasumbernya berasal dari perangkat daerah provinsi, KADIN, HIPMI, dan Bank Sulteng.

“Tujuan kegiatan ini untuk memfasilitasi pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran lewat e-katalog dan mempertemukan UMKM dengan lembaga keuangan atau permodalan,” sebutnya. *WAN