SULTENG RAYA – Wali Kota , Hadianto Rasyid, mendorong masyarakat di Kota Palu agar taat bayar maupun retribusi.

“Kota ini tidak besar. Tapi bayangkan kalau yang kita banyak, tidak lama bangun kota ini. Kalau kita mau sungguh-sungguh, bisa. Kalau mau besar, semua kembali kepada kita. Daerah itu sumber pendapatannya ada dua, yakni pajak dan retribusi. Kalau dua itu tidak terkelola dengan baik, akan susah di kemudian hari,” kata Wali Kota Hadianto saat pertemuan dengan masyarakat di sejumlah kelurahan, yakni Kelurahan Lere, Baru, Siranindi, Sabtu (25/11/2023).

Seperti sebelumnya, kunjungan ke kelurahan didampingi sejumlah kepala OPD tersebut, bertujuan menyerap aspirasi dari masyarakat, baik masukkan, saran, hingga keluhan.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Hadianto, menyampaikan, pencapaian telah dicapai kali ini, yakni Palu masuk sebagai Kota Sehat dan satu-satunya di Sulawesi Tengah.

Bukan hanya itu saja, kata dia, Kota Palu beberapa kali masuk sebagai daerah dengan udara terbersih nasional berdasarkan rilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Kemudian, belum lama ini Kota Palu juga menerima penghargaan dari KLHK berupa Penganugerahan Green Leadership Nawasita Tantra.

“Artinya, kita sudah on the track, berada di jalan yang benar. Artinya apa, kerja-kerja Padat Karya itu bagus, sehingga tidak ragu-ragu Pemerintah Kota Palu menaikkan gaji komiu (kamu, red),” ungkap wali kota.

Bukan hanya Padat Karya, kata dia, akan tetapi gaji Ketua RT dan RW, Kader Posyandu, hingga pegawai honor juga dinaikkan.

Kenaikan semua itu, kata dia, harus didukung dengan lancarnya pembayaran retribusi sampah maupun PBB.

Ia mengungkapkan, hutang PBB Kota Palu di tahun 2022 kemarin sekitar Rp90 miliar dan tahun ini mencapai sekitar Rp70 miliar.

“Harusnya Rp160 miliar masuk, coba kalau ini masuk. Sebelum saya jadi wali kota, PAD kita masih di bawah Rp300 miliar, sekarang sudah Rp600 miliar lebih. Kita akan ketat di tahun depan,” ungkapnya. HGA