RAYA- Dinas Kesehatan (Dinkes) menangani 125 kasus campak pada periode Agustus sampai November 2023.

Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kota , Nirnawita mengatakan, dari jumlah kasus itu, pihaknya hanya tinggal menangani sejumlah 27 kasus campak yang tersebar di delapan kelurahan.

“Berdasarkan hasil laboratorium pertanggal 2 Oktober dari 196 spesimen diambil sejak bulan Agustus lalu hasilnya didapatkan sejumlah 125 kasus positif campak, namun saat ini kasusnya menurun tinggal 27 kasus yamg sedang kita tangani” katanya kepada Sulteng Raya, Selasa (7/11/2023).

Ia menjelaskan, penyebab meningkatkan kasus campak tersebut diduga akibat tertundanya Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) akibat pandemi kurang lebih dua tahun lalu. Untuk itu, kata, dia pihaknya akan melakukan imunisasi campak dan rubela bagi anak usia 9 bulan sampai 12 tahun.

Menurutnya, pentingnya pemberian imunisasi campak dan rubela bagi anak usia 9 bulan sampai 12 tahun tersebut untuk mencegah penyebaran kasus campak yang meluas dan untuk membentuk anti bodi anak agar mereka terhindar dari campak.

“Kasus ini bukan hanya di Sulteng saja tetapi diseluruh Indonesia, kita menduga hal ini karena pada saat pandemi lalu banyak program kerja kita yang tertunda khususnya BIAN, sehingga anak-anak kita belum sempat mendapatkan imunisasi campak dan rubela,” katanya.

“Imunisasi ini sangat penting untuk mencegah penyebarannya agar tidak meluas, Insya Allah rencana ini dapat segera kita realisasikan saat ini masih dalam tahap persiapan,” ujarnya menambahkan.JAN