RAYA – Penggrebekan terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba diduga -sabu di Desa Lele, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali yang dilakukan Intel TNI dan perangkat desa, mengamankan tiga oknum dalam sebuah kamar indekos, satu diantaranya oknum anggota .

Anehnya, usai diperiksa Tim Unit Intel Kodim 1311/Morowali, kedua terduga pengedar yang diamankan bersama oknum tersebut tidak mau diterima oleh pihak Morowali ataupun BNNK Morowali. Sebagaimana dikutip dari media Portalsulawesi.id yang tayang tanggal 12 Oktober 2023, penolakan penanganan hukum terhadap keduanya menimbulkan polemik tersendiri, entah dengan alasan apa sehingga terkesan Polres dan BNNK Morowali saling lempar tanggung jawab.

“Terkait dugaan keterlibatan oknum anggota Polres Morowali inisial Brigadir M, apabila terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba akan kami lakukan tindakan tegas,” kata Kabidhumas melalui Kasubbid Penmas, Kompol Sugeng Lestari merespon pemberitaan beberapa media online, Ahad (15/10/2023).

“Kami tidak pernah membela atau menutupi kesalahan anggota yang terlibat narkoba. komitmen Polda Sulteng tidak berubah, terbukti terlibat narkoba rekomendasikan PTDH (pemecatan) sebagai anggota Polri,” tegasnya.

Masih kata Sugeng, ketegasan itu telah ditunjukan pimpinan Polda Sulteng terhadap anggota yang terlibat narkoba. Tidak hanya sidang etik tetapi mereka bisa juga direkomendasikan untuk diproses umum. Terkait penggrebekan Intel Kodim Morowali, Morowali dan Aparat Desa, dalam penanganan narkoba kami saling menghormati dan sesuai laporan yang kami terima Kapolres Morowali beranggapan kasusnya akan ditangani BNN Morowali.

“Akan tetapi terhadap dugaan keterlibatan oknum Brigadir M sampai saat ini masih dalam pemeriksaan propam Polres Morowali. Yang bersangkutan sudah dilakukan tes urine tetapi hasilnya negatif,” terangnya. “Saya pastikan, apabila Brigadir M terbukti terlibat akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Sanksi pidana umum dan etik akan diterapkan,” ujar mantan Wakapolres Morowali Utara itu.

“Dalam kesempatan ini diimbau kepada masyarakat, apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan narkoba hendaknya dapat disampaikan kepada Kapolsek, Kasat Narkoba Polres atau Ditresnarkoba Polda Sulteng,” imbau Kasubbid Penmas.

Lanjutnya, dalam hal tertangkap tangan masyarakat dapat melakukan penangkapan dengan mengamankan barang bukti akan tetapi segera, sekali lagi segera sebelum 1×24 jam menyerahkan pelaku berikut barang bukti kepada Kepolisian terdekat. */YAT