RAYA- Universitas Muhammadiyah () kembali memperluas jalinan  kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi, guna meningkatkan kolaborasi antarperguruan tinggi dan membawa manfaat bagi pengembangan pendidikan dan penelitian di masing-masing perguruan tinggi.

Kali ini dengan sesama Perguruan Tinggi Muhammadiyah  Aisyiyah (PTMA), jalinan kerjasama itu dituangkan dalam bentuk penandatanganan dilangsungkan di sebuah hotel di Kota Gorontalo oleh Rektor Unismuh Palu Prof. Dr. H. , SE., MM dengan para pimpinan PTMA.

Dalam kerjasama ini, para pimpinan PTMA berkomitmen untuk bekerja sama dalam berbagai bidang, termasuk penelitian, pertukaran , pengembangan kurikulum, dan berbagai kegiatan akademik lainnya.

Prof Rajindra mengungkapkan harapannya bahwa kerjasama ini akan memperkaya pengalaman pendidikan mahasiswa, serta memberikan kontribusi positif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di masing-masing perguruan tinggi.

“Kerjasama ini merupakan langkah penting dalam memajukan dunia pendidikan, dan diharapkan akan membuka lebih banyak peluang bagi pertukaran pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia di masa depan,”ujar Prof Rajindra, saat dihubungi Sulteng Raya, Kamis (2/10/2023).

Melalui kerjasama ini, Unismuh Palu dan PTMA lainnya akan saling mendukung dalam hal penelitian. Hal ini akan menciptakan peluang bagi dosen dan mahasiswa di masing-masing perguruan tinggi untuk berkolaborasi dalam proyek-proyek penelitian yang relevan dengan berbagai bidang ilmu. Penelitian bersama ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi dan kontribusi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Selain itu, pertukaran mahasiswa akan menjadi salah satu elemen kunci dari kerjasama ini. Mahasiswa dari Unismuh Palu dan PTMA lainnya akan memiliki kesempatan untuk mengikuti program pertukaran yang akan memperluas wawasan mereka dan memungkinkan mereka belajar dari lingkungan akademik yang berbeda. Ini akan mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang lebih komprehensif dan siap bersaing di dunia kerja global.

Para PTMA juga berencana untuk saling berbagi pengalaman dalam pengembangan kurikulum yang relevan dengan tuntutan dunia kerja yang terus berkembang. “Dengan memahami kebutuhan industri dan tren pendidikan terkini, kami akan bekerja sama dalam merancang program-program yang akan menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan di dunia nyata,”sebutnya.

Prof Rajindra percaya bahwa kolaborasi ini akan memberikan manfaat besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di wilayah ini. Sebagai bagian dari upaya kerjasama ini, Unismuh Palu dan PTMA lainnya juga berencana untuk mengadakan berbagai seminar, lokakarya, dan kegiatan akademik lainnya. Hal ini akan menjadi platform bagi para akademisi dan peneliti untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka.

Kerjasama ini bukan hanya tentang pengembangan akademik, tetapi juga tentang memperkuat koneksi antarperguruan tinggi di Indonesia. Hal ini diharapkan akan memicu lebih banyak kerjasama serupa di masa depan dan membantu menciptakan jaringan pendidikan yang kuat di seluruh negeri.

Sebelumnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si mendorong agar PTMA mulai merancang sistem kolaborasi yang terangkum dalam regulasi sehingga kebermanfaatan dan keunggulan PTMA dapat diakselerasi. “Jadi tidak lagi karena relasi atau hubungan tertentu antar pimpinan PTMA, rumah sakit, amal usaha, tapi karena sistem itu sudah with in bahwa kolaborasi sudah bergerak dalam sistem,” pesannya.

“Saya yakin dengan begitu, (PTM) yang besar-besar tidak berkurang kemajuannya ketika berbagi dengan yang di tengah dan di bawah. Bahkan, saya yakin sebaliknya, yang besar-besar akan semakin besar ketika mau berbagi, berkolaborasi, mendukung yang di bawahnya, karena mendapat berkah dari Allah,” imbuh Haedar.

Di samping pesan untuk membentuk sistem kolaborasi, dirinya juga mengingatkan agar PTMA tetap merawat karakter sejati Muhammadiyah seperti kemandirian, gigih, good governance, inklusif, terbuka dan ikhlas.  “Jangan pernah kita menyesal punya kemampuan kemandirian, punya etos kerja sendiri, dan jangan pernah terganggu atau tergoda untuk jadi benalu. Karena itu nanti akan seperti buih, banyak tapi rapuh,” ujar dia.

Terakhir, Haedar berpesan agar pemegang amanat di PTMA, yakni rektor dan yang lainnya terus memperluas kerja sama eksternal.  “Kita mesti bekerja sama dengan pemerintah dari pusat hingga ke bawah, dengan swasta, berbagai lembaga. Karena memang, yang diperlukan adalah mobilitas untuk memperluas jaringan,” pesannya. ENG