RAYA – Kemarau panjang yang sudah terjadi beberapa bulan terakhir ini cukup banyak memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat Indonesia khususnya di Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) hingga Sistem Kelistrikan dan sekitarnya. Salah satu dampak terbesar adalah berkurangnya debit air Danau Poso dan berimplikasi pada pola pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

Seperti diketahui, Sistem Kelistrikan Sulbagsel yang juga mencakup suplai listrik hingga ke Sistem Kelistrikan Palu dan sekitarnya saat ini sangat bergantung terhadap debit air karena 33 persen sumber pembangkitnya berasal dari PLTA. Kemarau berkepanjangan tersebut telah berdampak terhadap berkurangnya debit air sehingga menyebabkan kemampuan PLTA turun sekitar 75 persen dari 850 Megawatt (MW) menjadi 200 MW.

Dilansir dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bahwa kemarau panjang yang terjadi saat ini merupakan bagian dari fenomena El Nino. Dan diprediksi akan berlangsung dari bulan Juni hingga akhir tahun 2023. Tak ayal masyarakat merasakan panas yang luar biasa terik saat beraktivitas di luar ruangan setiap hari.

Group Sulawesi yang terdiri dari PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (UID Suluttenggo) bersama PLN UID Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) dan PLN Unit Induk Penyaluran Dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi serta Sub Holding PLN Nusantara Power berkomitmen berupaya keras mengatur dan mengatasi implikasi dampak fenomena ini dengan beberapa solusi.

Penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di daerah aliran sungai lokasi PLTA dan PLTMH dapat menambah debit air secara berkesinambungan. Tidak sampai di situ, PLN pun melaksanakan relokasi pembangkit dari beberapa wilayah tersebar di Indonesia. Pembangkit tersebut akan memasok tambahan daya sebesar 85 MW dan diharapkan dapat segera membantu sistem kelistrikan Sulbagsel. Tim ahli pembangkitan juga turut didatangkan ke Makassar untuk mengakselerasi penormalan pasokan listrik.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Ari Dartomo menyampaikan komitmen PLN Group untuk dapat mengoptimalisasikan berbagai potensi penormalan kelistrikan di Palu. “Kami tentunya terus menggali berbagai upaya penormalan secara intensif sambil terus memperhatikan kondisi di lapangan,” ujar Dartomo.

Namun di satu sisi, PLN memandang dukungan penuh dari Stakeholder dan berbagai elemen masyarakat memegang peran penting dalam proses penormalan kondisi kelistrikan yang ada. “PLN tentunya tidak bisa bekerja sendiri, kami membutuhkan dukungan penuh masyarakat agar dapat secara optimal memberikan suplai listrik yang andal,” ucap Dartomo.

Sebagai bentuk dukungan kepada PLN, masyarakat dapat melaporkan berbagai potensi gangguan listrik maupun potensi bahaya yang mungkin terpantau di lingkungan dengan melaporkannya pada aplikasi PLN Mobile. Aplikasi PLN Mobile dapat diunduh secara gratis dari Play Store dan App Store./*HJ