RAYA — Platform travel terdepan se-Asia Tenggara, , menjalin kemitraan strategis dengan Switzerland Tourism, Swiss Travel System AG, dan KKday. Kolaborasi itu bertujuan memperluas jangkauan produk travel activities kepada konsumen di Indonesia dan Asia Tenggara.

Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman () terkait kemitraan strategis multi-pihak tersebut. Kemitraan juga menandai kepercayaan besar kepada Traveloka, sekaligus memperkuat posisi Traveloka yang terus fokus memberikan layanan travel menyeluruh guna pemenuhan kebutuhan dan aspirasi konsumen dari berbagai segmen.

Adapun penandatanganan MoU diadakan di Hotel Gran Melia, Jakarta dan dilakukan oleh perwakilan dari keempat lembaga tersebut, yaitu Caesar Indra, President of Traveloka, Batiste Pilet, Director Southeast Asia of Switzerland Tourism, Fausto Zaina, Head of Market Management Swiss Travel System AG dan Liu Weichun, COO of KKday, Selasa (17/10/2023).

Berdasarkan Nota Kesepahaman tersebut, Traveloka dan para mitra berkolaborasi dalam menghadirkan solusi perencanaan perjalanan dan pilihan produk wisata yang semakin lengkap bagi pelanggan di Indonesia dan Asia Tenggara.

Kesepakatan tersebut tidak hanya mencakup beragam inventory penerbangan yang disediakan oleh Traveloka, tetapi juga objek wisata yang didukung oleh KKday. Lebih jauh lagi, Nota Kesepahaman ini juga memastikan komitmen para mitra untuk mendukung Traveloka dalam memasarkan tujuan wisata di Swiss.

President Traveloka, Caesar Indra, mengatakan sebagai platform travel terkemuka, pihaknya menjadikan konsumen sebagai fokus utama dalam menjalankan bisnis. Traveloka, lanjutnya, menyadari posisi strategis dan kemampuan perusahaan dalam menjangkau konsumen lebih banyak baik secara regional dan bahkan .

“Kami sangat menghargai kepercayaan yang diberikan oleh para mitra, sebagai salah satu gerbang pariwisata Eropa, kepada Traveloka. Kemitraan strategis ini tidak hanya membuat kami mampu melayani segmen pasar yang lebih beragam khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara, namun juga membuka peluang bagi kemitraan strategis dengan negara-negara tujuan wisata favorit di dunia. Dengan keunggulan ini, Traveloka semakin memantapkan posisinya dalam menyediakan pengalaman perjalanan kelas dunia bagi para konsumen setia,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Sulteng Raya, Kamis (19/10/2023).

Sejalan dengan meningkatnya minat perjalanan ke destinasi , Traveloka melihat adanya peningkatan sebesar empat kali lipat untuk penerbangan ke destinasi internasional termasuk Eropa, pada semester pertama 2023.

Untuk destinasi Eropa, Swiss juga menjadi destinasi pilihan. Bahkan pencarian penerbangan dari Indonesia ke Swiss dan hotel di Swiss juga mengalami peningkatan sejak pandemi (2019) sebesar hampir empat kali lipat jika dibandingkan dengan masa pemulihan di 2022.

Periode tertinggi perjalanan ke Swiss tercatat di periode libur akhir tahun bulan November hingga Desember. Animo bepergian juga tetap terlihat pada musim panas, antara bulan Mei hingga Juni.

Berbagai aktivitas menarik di Swiss juga menjadi target pencarian konsumen setia Traveloka. Adapun lima aktivitas yang paling diminati oleh turis Indonesia di Swiss mencakup Swiss Travel Pass, Swiss Half Fare Card (akses setengah harga untuk tiket kereta, bus, kapal, dan kereta gantung), Tur Interlaken dan Grindelwald, Tur dan Wisata kota Zurich, dan Lindt Home of Chocolate di Zurich.

Director Southeast Asia Switzerland Tourism, Batiste Pilet, mengatakan pascapandemi, industri pariwisata Swiss mulai merasakan pemulihan.

“Asia Tenggara merupakan pasar dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik. Data Switzerland Tourism mencatat, jumlah wisatawan Indonesia yang menginap di Swiss bahkan tumbuh 11 persen dari Januari hingga Juli 2023, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019. Kami sangat bersemangat untuk menjalin kemitraan bersama Traveloka, sehingga semakin banyak penggemar wisata dari Indonesia yang tertarik untuk berkunjung dan menjelajah Swiss,” ujarnya.

Berbagai aktivitas seru dapat dilakukan di Swiss termasuk menikmati kereta panorama yang merupakan bagian dari Grand Train Tour of Switzerland, mengarungi sungai-sungai indah di Swiss, berkunjung ke pusat budaya dan museum, hingga memicu adrenalin dengan berbagai winter sport activities seperti bermain ski, dan snowboarding. Lokasi aktivitas ini dapat diakses dengan menggunakan Swiss Travel Pass, termasuk untuk mountain railways dan cableways dengan hingga 50 persen. 

Head of Market Management, Swiss Travel System AG, Fausto Zaina, menjelaskan pihaknya hadir sebagai bagian tak terpisahkan dalam perencanaan perjalanan bagi wisatawan dari seluruh dunia. Melalui layanan konektivitas kelas dunia, Swiss Travel System hadir untuk menunjang pengalaman wisata yang aman, nyaman dan senantiasa dapat diandalkan.

“Masyarakat Indonesia sangat menggemari Swiss Travel Pass, sebuah tiket untuk segala akses di Swiss. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah pemesanan sebanyak 179 persen selama delapan bulan pertama di tahun 2023 ini, jika dibandingkan dengan periode yang sama selama pandemi 2019,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, COO of KKday, Liu Weichun, mengatakan pihaknya turut antusias menyambut kemitraan itu.

“Keunggulan kami berfokus pada menghadirkan pengalaman yang luar biasa, mengajak traveler untuk menjelajahi tempat-tempat wisata unik dan tersembunyi di Swiss. Dengan mengintegrasikan inventory produk-produk wisata kami dengan Traveloka, kami yakin dapat meningkatkan penjualan produk perjalanan sekaligus mewujudkan rencana perjalanan yang menggambarkan keindahan Swiss,” ungkapnya.

Selama lebih dari 11 tahun, Traveloka berkomitmen penuh untuk mendorong pertumbuhan industri pariwisata di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Melalui kehadirannya di enam negara Asia Tenggara, Traveloka senantiasa bermitra dengan berbagai pemangku kepentingan baik dari sektor pemerintah, agen perjalanan lokal, maupun badan pariwisata dari negara-negara tujuan wisata favorit di seluruh dunia. Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan bukti nyata dari Traveloka dalam membangun ekosistem pariwisata tingkat dunia yang berkelanjutan. */RHT