RAYA – Otoritas Jasa Keuangan () terus berupaya mendorong perluasan jangkauan program literasi dan keuangan melalui pelaksanaan kegiatan secara online maupun offline.

Literasi tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat di seluruh Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan, per 30 September 2023, telah dilaksanakan 2.058 kegiatan edukasi keuangan dihadiri 459.111 orang peserta secara nasional.

“Kanal komunikasi edukasi keuangan OJK yaitu Sikapi Uangmu telah mempublikasikan 323 konten edukasi keuangan dan dikunjungi 1.505.182 viewers,” katanya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (9/10/2023).

Selain itu, per 30 September 2023, Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) OJK telah digunakan 33.401 user, dan modul LMSKU diakses sebanyak 45.894 kali dan telah dilakukan penerbitan 37.320 sertifikat kelulusan modul.

Upaya literasi dan keuangan oleh OJK juga melibatkan dukungan strategis berbagai pihak, diantaranya Kementerian/Lembaga, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), akademisi, dan stakeholder lainnya, antara lain melalui peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang sampai dengan 30 September 2023 telah terbentuk 504 TPAKD di 34 provinsi dan 461 kabupaten/kota (91,44 persen dari kabupaten/kota di Indonesia).

Pada Oktober 2023 ini, kata dia, menyemarakkan Bulan () yang rutin diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2016, OJK akan menyelenggarakan lebih dari 130 program penguatan literasi dan inklusi keuangan di seluruh Indonesia.

“BIK adalah kegiatan terintegrasi, masif dan berkelanjutan yang merupakan kolaborasi OJK, Kementerian/Lembaga terkait, SRO, Asosiasi, Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dan e-commerce untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan/atau layanan jasa keuangan serta mendorong akselerasi penggunaan produk atau layanan jasa keuangan. Kegiatan BIK ini diharapkan akan memperkuat dukungan seluruh stakeholders guna mendorong pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada 2024,” tuturnya.

Adapun tema kegiatan BIK tahun 2023 adalah “Akses Keuangan Merata, Masyarakat Sejahtera”. Kegiatan dalam rangka BIK dapat dilakukan dalam bentuk antara lain; kegiatan penjualan produk layanan jasa keuangan berinsentif.

Kegiatan akuisisi pembukaan rekening, polis dan produk keuangan lainnya. Kegiatan fasilitasi pemberian /pembiayaan bagi masyarakat serta pelaku usaha kecil dan antara lain melalui kegiatan business matching;

Selanjutnya, kegiatan (sosialisasi, webinar, edukasi keuangan, bank goes to school/campus, klinik konsultasi, dan outreach program), kegiatan pameran produk dan/atau layanan jasa keuangan, dan kegiatan kampanye dan publikasi program literasi, inklusi keuangan serta perlindungan konsumen secara masif. RHT